Politik Pemerintahan

Ini Perkiraan Nilai UMK Bojonegoro 2021

Foto: Kepala Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bojonegoro Soegihanto.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dewan Pengupahan Kabupaten Bojonegoro telah selesai melakukan tahapan survei untuk melihat kebutuhan hidu layak. Salah satu indikator yang digunakan dalam survei tersebut diantaranya adalah harga kebutuhan pangan, papan dan sandang.

Menurut Kepala Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bojonegoro Soegihanto, dari hasil survei di beberapa pasar tradisional menunjukkan tidak adanya harga kebutuhan primer, sekunder maupun tersier yang mengalami penurunan atau bisa disebut masih stabil. “Rata-rata harga tidak ada yang turun, seperti pakaian, pulsa, daging, pisang, dan jasa tukang cukur juga stabil,” ungkapnya, Selasa (10/11/2020).

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan menggunakan acuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan mengabaikan Surat Edaran (SE) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Adanya Omnibus Law pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja membuat surat edaran agar UMK tidak dinaikkan. Cuma itu kan surat edaran, jadi sifatnya hanya imbauan, bisa dipakai atau tidak,” jelasnya.

Sehingga, dia sudah menyiapkan skenario untuk mengusahakan tetap menaikkan nilai UMK sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya. “SPSI menilai secara nasional tidak dipungkiri terjadi resesi ekonomi. Namun, kondisi di Bojonegoro tidak terjadi,” jelasnya.

Karena berjalan lancar, maka, kata dia, perusahaan punya kewajiban untuk mensejahterakan pekerjanya. Dari anggota SPSI Bojonegoro sendiri sejauh ini tidak ada yang terimbas adanya PHK maupun dirumahkan. Perusahaan juga tidak ada yang mengurangi pekerjanya selama pandemi. “Tidak semua perusahaan melakukan PHK, bahkan perusahaan rokok di Bojonegoro ada yang membuka lowongan pekerjaan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, UMK Bojonegoro 2020 sebesar Rp 2.016.781. Sehingga jika dinaikkan sebesar 8 persen dari nilai saat ini, maka UMK Bojonegoro 2021 menjadi sebesar Rp 2.178.123,48. “Keputusannya besok, akan dilakukan rapat bersama dewan pengupahan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama belum memberi jawaban saat dimintai konfirmasi jurnalis beritajatim.com. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar