Politik Pemerintahan

Ini Penebalan Kekuatan di TPS Rawan oleh Polres Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 2.484 TPS di wilayah hukum Polres Mojokerto masuk dalam kategori rawan. Untuk itu, penebalan kekuatan pengamanan tentu berbeda dengan ribuan TPS lainnya yang tersebar di 14 kecamatan tersebut.

Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko mengatakan, untuk TPS dikategorikan aman, satu personel kepolisian akan menjaga sembilan TPS dan dibantu oleh 18 linmas. “Sedangkan, untuk kategori rawan, satu anggota kepolisian menjaga lima TPS dibantu 10 anggota linmas,” ungkapnya, Minggu (14/4/2019).

Namun jika masuk kategori rawan karena teroris, rabu putih, hingga keributan, pihaknya memastikan tidak ada di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sebagai pasukan tambahan, di hari pemungutan suara, setidaknya ada 224 personel gabungan stand by di Mapolres Mojokerto.

“Meliputi, satu SSK atau satuan setingkat kompi Brimob 94 personil, peleton krangka terdiri dari Dalmas 60 personil, 30 personel satpol PP, dan linmas 40 personel. Pengamanan juga di-backup unsur TNI. Setidaknya, terdapat 30 prajurit stand by dan sebanyak 236 prajurit diterjunkan ke setiap PPK di 14 wilayah kecamatan,” katanya.

Masih kata Kabag Ops, ratusan personil stand by in on calling sehingga saat dibutuhkan bisa langsung diterjunkan,. Di samping itu, sebagai upaya antisipasi juga dilakukan patroli secara berkala. Dari 14 kecamatan di wilayah hukum Polres Mojokerto akan dibagi menjadi empat rayon.

Rayon satu di dalamnya menaungi Kecamatan Ngoro, Trawas, dan Pungging. Rayon dua, ada Kecamatan Mojosari, Kutorejo, dan Pacet. Rayon tiga, meliputi Kecamatan Gondang, Dlanggu, Jatirejo dan Trowulan. Dan rayon empat, terdiri atas Kecamatan Puri, Sooko, Bangsal dan Mojoanyar.

“Setiap rayon beranggotakan empat perwira dengan pengamanan wilayah dipimpin seorang kompol dan kapolsek,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar