Politik Pemerintahan

Ini Opsi Pemda Banyuwangi Tangani Korban Rusuh Wamena

Widodo (bertopi) saat berpelukan dengan keluarga yang menjemputnya di Kantor Dinas Sosial Banyuwangi, Kamis (3/10/2019) dini hari. (foto : rindi)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan support penuh bagi warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Sejauh ini, gelombang pengungsi warga Banyuwangi dari Wamena terus berdatangan.

“Sejauh ini sudah 8 orang warga Banyuwangi korban kerusuhan Wamena yang pulang ke Banyuwangi. Pertama, ada 6 warga Kecamatan Kalibaru yang sudah tiba pada Kamis (3/10/2019) lalu, disusul dengan 2 orang warga Genteng dan Tegalsari,” katanya saat menghadiri paripurna di gedung DPRD setempat, Senin (7/10/2019).

Rencananya, kata Penny, dalam waktu dekat bakal ada 22 orang yang akan pulang ke Banyuwangi. Rencananya mereka akan bertolak dari Wamena ke Surabaya menggunakan kapal Pelni.

“Sesuai dengan SOP yang ada, kita melakukan penjemputannya ke Surabaya. Karena untuk memulangkan mereka dari Papua ke Jawa sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Penny, Dinsos juga akan memberikan penanganan berupa trauma healing bagi para pengungsi. Hal ini dilakukan agar mereka dapat menjalani kehidupan mereka secara normal kembali paska kerusuhan.

“Khusus bagi anak-anak nanti kita siapkan penanganan trauma healing agar memberikan semangat baru dan menghilangkan rasa takut apa yang pernah dialami,” ungkapnya.

Selain menyambut baik kedatangan mereka, Pemerintah Bumi Blambangan juga berencana menyediakan tempat tinggal sementara bagi mereka. Bahkan, mereka juga akan mendapat bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga mereka dapat hidup secara mandiri.

“Kita akan menyediakan Shelter dan fasilitas penunjang lainnya bagi pengungsi Kerusuhan Wamena yang tidak memiliki tempat tinggal dan tujuan. Tentu tidak selamanya. Kita tampung sambil dicarikan solusinya. Kira-kira dia keahliannya apa, kita akan salurkan,” katanya.

Selain itu, kata Penny, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk penanganan korban kerusuhan Wamena yang masih duduk di bangku sekolah. Jangan sampai ketika mereka pulang ke Banyuwangi justru putus sekolah.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyikapi kelanjutan sekolah anak-anak, juga Dinas Tenaga Kerja untuk mencarikan solusi pekerjaan sesuai dengan kemampuannya,” katanya.

Dinsos, kata Penny, juga mengimbau bagi keluarga yang memiliki sanak saudara atau keluarga di Wamena dan ingin dipulangkan, sekiranya lekas melaporkan pada pihaknya. Untuk nanti bisa dilakukan penjadwalan pemulangan.

“Karena tidak semua mau untuk dipulangkan. Beberapa hanya melakukan pengungsian saja, ketika kondisi masih memungkinkan, mereka tetap tinggal,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar