Politik Pemerintahan

Ini Nama Panelis Debat Pertama Pilkada Gresik 2020

Gresik (beritajatim.com) – Komisi Pemiliham Umum (KPU) Gresik telah menyiapkan sejumlah panelis debat pertama Pilkada Gresik 2020. Adapun nama-nama akademisi yang menjadi panelis antara lain Achmad Room Fitriyanto (Dosen UINSA), Moch. Solichin (Dosen Unibraw), Agus Machfud Fauzi (Dosen Unesa), Anwar Haryono dan Eko Budi Leksnono dari UMG.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, tim panelis yang ditunjuk merupakan kompeten di bidangnya. Baik dari ekonomi, sosial, politik, infrastruktur dan industrialisasi. Semua yang dilibatkan dipastikan dari akademisi kampus.

“Tema debat pertama adalah menyelesaikan persoalan daerah meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Minggu (15/11/2020).

Masih menurut Roni, ada dua debat yang akan digelar. Debat pertama tanggal 20 November 2020 sedangkan pelaksanaan debat kedua pada tanggal 2 Desember 2020.

“Harapannya dalam pelaksanaan debat semua berjalan lancar dan kondusif,” paparnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan partisipasi pemilih. KPU Gresik melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya di pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik yang digelar pada 9 Desember tahun 2020 mendatang. Apalagi, prosedur protokol kesehatan juga wajib dilaksanakan disetiap TPS.

“Sosialisasi ini penting bagi kita semua, terutama bagi para penyandang disabilitas,” ujar Komisioner KPU Gresik Divisi Hukum dan Pengawasan Kholyatul Mudznibah.

Nantinya kata Kholyatul, saat pemilih disabilitas akan menggunakan hak pilihnya. Bisa didampingi oleh pendamping pemilih yang dipilih oleh mereka sendiri.

“Ini untuk memberikan kemudahan bagi pemilih disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya. Namun, pendamping pemilih tadi juga wajib mengisi formulir pendamping pemilih,” paparnya.

Lebih lanjut Kholya juga menegaskan, KPU tetap menggelar pemilihan di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan. Yaitu datang ke TPS dengan memakai masker, mencuci tangan, dan mengecek suhu tubuh sebelum masuk TPS. Kemudian memasuki area TPS pemilih akan diberikan sarung tangan sekali pakai untuk kemudian mencoblos menggunakan alat coblos yg disediakan.

Setelah itu sarung tangannya dimasukkan ke tempat sampah yang sudah disediakan. “Tidak lalu diberikan tanda tinta dengan cara ditetes untuk menghindari droplet,” jelasnya.

Dipastikan dalam pemilihan nanti semua pemilih tidak boleh bergerombol dan jaga jarak. “Lalu bagi pemilih yang memiliki suhu badan 37,3 akan disediakan bilik khusus,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar