Politik Pemerintahan

Ini Lokasi CSR 4 Bilik Sterilisasi Otomatis Pemkab Mojokerto

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengecek kesiapan Posko Skrining Covid-19 di PPST. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Mojokerto menerima bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) berupa empat unit Bilik Sterilisasi Otomatis (BSO) disinfektan pencegahan virus corona (Covid-19). CSR tersebut dari Mitra Sampoerna Group PT Ittihad Rahmat Utama Trowulan dan MPS KUD Tani Bahagia Gondang.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyampaikan terima kasih pada para pihak swasta khususnya dunia usaha, atas dedikasi dan partisipasinya dalam membantu mengatasi pencegahan Covid-19. Sinergi yang terjadi akan sangat berarti dalam mengatasi pandemi dan mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai tindakan pencegahan yang utama sebagai pertahanan diri.

“Untuk cairan disinfektan, kita tetap perhatikan keamanannya dengan arahan dari Dinas Kesehatan. Dari semua upaya-upaya yang kita usahakan, tetap yang paling utama adalah menerapkan PHBS, menjaga jarak, serta tetap patuh pada aturan standar lainnya,” ujarnya, Sabtu (4/4/2020).

Empat BSO hasil CSR tersebut akan ditempatkan di berbagai titik penting. Antara lain Posko Skrining Covid-19 di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) Kecamatan Trowulan, Gerbang Tol Penompo Kecamatan Jetis, Gerbang Tol Gedeg Kecamatan Gedeg serta di Pemkab Mojokerto.

Bupati juga meninjau kembali kesiapan Posko Skrining Covid-19 di PPST. Dirinya berharap agar semua prosedur berjalan sesuai SOP. Mulai sarana cuci tangan memadai, thermogun, BSO, pos kesehatan hingga pos personil. Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini, juga menegaskan akan terus berkoordinasi dan senantiasa melakukan evaluasi bersama. “Apa yang kurang atau yang dibutuhkan nanti, terus kita evaluasi sambil tetap jalan,” kata bupati.

Untuk diketahui, beberapa SOP Posko Screening Covid-19 antara lain, pemeriksaan akan dilakukan pada kendaraan bernopol luar Provinsi Jawa Timur, pengemudi dan penumpang diperintahkan untuk cuci tangan atau memakai hand sanitizer, diarahkan ke pos untuk cek suhu dilanjutkan ke BSO.

Mengisi blangko pendataan, apabila ada indikasi Covid-19 maka diarahkan ke ruang observasi dilanjutkan ke rumah sakit, serta penyemprotan pada kendaraan yang diberhentikan sebelum berangkat kembali.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar