Politik Pemerintahan

Ini Klarifikasi Satpol PP Surabaya Soal Pembubaran Aksi Bonek

Eddy Christijanto Foto:Dok

Surabaya (beritajatim.com) – Terkait aksi pembubaran kegiatan bonek, Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto memberikan klarifikasinya. Ia menyebut penggalangan dana harus mengajukan izin ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Linmas.

“Tujuan proses dan penyalurannya agar bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu perlu ada laporan hasil dan penyaluran kepada Walikota Surabaya,” kata Eddy, Minggu (24/1/2021).

Pengajuan izin terkait penggalangan dana itu memang diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya No. 55 Tahun 2017. Aturan itu tentang perubahan atas peraturan wali kota surabaya no. 28 tahun 2015 tentang tata cara perizinan pengumpulan sumbangan di kota Surabaya. Pengajuan izin terkait kebencanaan memang disebutkan lewat BPBD Kota Surabaya.

Sebelumnya, sebagai informasi, aksi Bonek Mania menggelar bakti sosiak yang dilakukan untuk korban bencana di Indonesia yang dilakukan di Perempatan Kertajaya, Surabaya, Sabtu (23/1/2021)  terpaksa berhenti.

Pasalnya, aksi tersebut dihentikan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya. Salah satu pentolan supporter dari kelompok Greennord, Husain Ghozali mengaku, kecewa dengan aksi yang dilakukan oleh Satpol PP Surabaya karena aksi yang dilakukan adalah aksi kemanusiaan untuk membantu sesama yang sedang terdampak bencana alam.

“Teman-teman ada aksi penggalangan dana karena darurat bencana alam tapi sering kali diruweti katanya harus ada izin dan lain-lain. Aksi kita ini pertama sudah melakukan komunikasi dengan Pak Kapolres Surabaya (Kombes Pol Jhonny Edison Isir) gak ada masalah malah Pak Isir sudah ok. Tapi kok yo sering diobraki padahal ada masalah kemanusiaan,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Cong.

Ia kemudian mengaku tindakan yang dilakukan oleh satpol Satpol PP Surabaya berlebihan. Pasalnya mereka sudah dua kali ini menghentikan  aksi kemanusiaan yang digelar bonek. Pertama beberapa hari lalu saat membungkus bantuan yang masuk di salah satu warung kopi di Surabaya juga diobrak. Karena itu, ia benar-benar kecewa dengan aksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang harusnya sama-sama memahami kondisi yang ada.

“Satpol PP harus memahami karakter Surabaya, karakter Bonek untuk kebersamaan bukan cari muka atau cari nama, tapi untuk kebaikan anak bangsa,” ujarnya.

Cak Cong mengaku tak pernah melakukan komunikasi dengan Satpol PP Surabaya karena sudah tahu proses akan memakan waktu lama. Berbeda dengan Polrestabes Surabaya.

“Karena memang lama kalau harus nunggu izin. Makanya kita harap jangan diruweti, jangan dipersulit karena bantuan ini sangat dibutuhkan cepat oleh saudara-saudara kita yang kena bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, aksi ini sudah berjalan selama satu minggu dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp40 juta. Selain mengirim bantuan, Cak Cong mengatakan akan ada relawan yang berangkat untuk membantu seperti trauma healing dan sebagainya.(ifw/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar