Politik Pemerintahan

Ini Kecamatan Pertama di Kabupaten Mojokerto yang Deklarasikan Stop BABS

Pemberian sertifikat bebas ODF oleh Wabup kepada Camat Dawarblandong. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dawarblandong menjadi kecamatan pertama di Kabupaten Mojokerto yang melakukan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF). ODF digelar lewat promosi kesehatan melalui panggung terbuka.

Deklarasi yang digelar dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Pungkasiadi, Minggu (27/10/2019). Tujuannya, yakni komitmen Kabupaten Mojokerto bebas ODF tahun 2020.

Wabup menjelaskan, strategi pembangunan kesehatan di Indonesia dibangun dengan tiga pilar. Yakni paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dari tiga paradigma tersebut, tertuang dalam RPJMD serta visi misi Pemkab Mojokerto.

Pada akses pelayanan kesehatan sampai dengan bulan Oktober 2019, ada 25 puskesmas dari 27 puskesmas yang ada di Kabupaten Mojokerto akan mendapat akreditasi dari Komisi Akreditasi Kementrian Kesehatan RI. Diperkirakan sampai dengan akhir 2019, seluruh puskesmas di Kabupaten Mojokerto bisa terakreditasi.

Selain itu, beberapa puskesmas di Kabupaten Mojokerto juga telah mengantongi beberapa prestasi membanggakan. Antara lain Puskesmas Bangsal dengan inovasi Gemar Bertasbi yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018.

Budidaya Lele Penanggulangan Gizi Buruk (Bule Gazibu) milik Puskesmas Puri yang masuk inovasi Jawa Pos Award 2018, juga ada Kelompok Budaya Kerja Sehati Puskesmas Dawarblandong yang berhasil masuk seleksi tingkat provinsi. Prestasi-prestasi di atas adalah salah satu wujud upaya promotif dan preventif.

Yakni untuk mencegah stunting dan mencegah kematian Ibu balita di Kabupaten Mojokerto. Pasnya, upaya promotif dan preventif, tidak bisa dilepaskan dari kegiatan promosi kesehatan. Dengan deklarasi ODF tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto.

“Yakni untuk komitmen dalam perilaku hidup sehat salah satunya dengan cara tidak BAB sembarangan. Kegiatan ini adalah rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55. Komitmen Kabupaten Mojokerto bebas ODF tahun 2020 harus bisa kita wujudkan bersama-sama,” katanya.

Wabup juga mengapresiasi wilayah Kecamatan Dawarblandong yang sempat dilanda kekeringan air, namun mampu mewujudkan ODF. Ia menilai hal tersebut seharusnya juga ditiru kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto yang tidak mengalami kekurangan air.

Sementara itu, Kepala Dinas (Dinkes) Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dr Sujadmiko berharap, agar kecamatan lain dapat mengikuti deklarasi yang sama ke depannya. Deklarasi dengan panggung terbuka yang dikemas dalam pertunjukan seni seperti Campur Sari, efektif sebagsi sarana menyampaikan informasi pada masyarakat.

“ODF berarti masyarakat telah menggunakan jamban sehat sebagai sarana BAB. Kita ingin deklarasi ini bisa diikuti kecamatan lain. Campur Sari kita pakai sebagai media informsinya agar mengena di masyarakat,” terangnya.

Deklarasi ditandai pemberian sertifikat bebas ODF oleh Wabup. Turut hadir Wakil Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forum Kabupaten Sehat, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Jawa Timur Edi Basuki, OPD terkait, Camat Dawarblandong, PJ Kades se-Kecamatan Dawarblandong. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar