Politik Pemerintahan

Ini Jawaban Ketum Ikatan Pesantren Indonesia Pilih Jokowi atau Prabowo

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad menegaskan, secara organisasi IPI netral dalam ajang dukung mendukung pada Pilpres 2019.

“Kami tidak mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Baik itu Jokowi-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pilihan politik diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing individu, karena itu merupakan hak politik,” tegasnya kepada wartawan di sela-sela Pra Rakernas di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (14/2/2019).

Pihaknya menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota IPI untuk menggunakan hak pilih pada Pilpres 2019. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai warga negara yang baik.

IPI bersikap tidak ingin berpolitik praktis. Namun, IPI akan menjunjung tinggi simbol negara dan akan mendukung siapapun presiden yang terpilih nantinya. Selanjutnya, IPI akan mengawal beragam program pemerintah yang berpihak pada kemajuan umat. IPI juga akan memberi masukan pada pemerintah agar pesantren bisa semakin berdaya saing. “Kami instruksikan pada seluruh pengurus dan anggota untuk tidak golput,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Rakernas IPI, rencananya akan digelar mulai hari ini hingga Sabtu (16/2/2019) mendatang.  Rakernas ini digelar di dua tempat. Selain di Hotel Mercure Grand Mirama, juga digelar di Gedung Srijaya, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

“Salah satu agenda rakernas ini adalah evaluasi kepemimpinan presiden (Joko Widodo). Secara umum, kepemimpinan Jokowi sudah bagus. Misalnya, menetapkan Hari Santri Nasional. Kementerian juga sering bekerjasama dengan pesantren untuk meningkatkan kualitas pesantren,” tandas Zaini.

Acara rakernas ini akan dihadiri sebanyak 800 orang. Jumlah itu terdiri dari pengurus IPI tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat provinsi, IPI sudah ada di 32 provinsi. Sementara di tingkat kabupaten kota sebanyak 560-an. Jumlah pesantren di seluruh Indonesia tercatat 30.000 unit.

Dari jumlah itu, yang masuk anggota IPI sebanyak 21.000 dari 33 provinsi di Indonesia. “Rata-rata pesantren yang menjadi anggota kami adalah pesantren kecil. Ya, satu pesantren rata-rata memiliki santri di bawah 1.000 orang,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar