Politik Pemerintahan

Ini Jadwal dan Tata Cara Konsultasi Telemedicine NU Jember bagi Isoman

Jember (beritajatim.com) – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) membuka layanan telemedicine Covid-19.

Berikut tata cara konsultasinya:
1. Layanan ini hanya berlaku via chat, tidak menerima telepon atau video call (kecuali atas persetujuan dari tenaga kesehatan yang bertugas).
2. Pasien memperkenalkan diri sesuai identitas asli KTP

3. Perhatikan jadwal layanan yang telah disediakan, sebagai berikut
Senin, 18.00 – 20.00, dr. Ulfa Elfiah, SP.BP-RE(K). 081259209011
Selasa, 18.00 – 20.00, dr. Ida Srisurani Wiji Astuti, M.Kes, 081259209011
Rabu, 18.00 – 20.00, Muhammad Muslehuddin, Amd.Kep, 081259209012
Kamis, 18.00 – 20.00, dr. Ayu Munawaroh, M.Biomed, 081259209012
Jumat, 18.00 – 20.00, dr. Alifil Proklamadya, Amd.Kep, 081259209013
Sabtu, 18.00 – 20.00, dr. Arif Prianggara, 081259209013
Minggu, 18.00 – 20.00, dr. Cicih Komariah, SP.M, 081259209011

4. Tulis isi pesan secara singkat, tepat, dan jelas keluhan yang dirasakan.
5. Gunakan bahasa dan ejaan yang mudah dimengerti
6. Sabar menunggu bila petugas belum membalas pesan.
7. Menjaga etika dan saling menghargai dalam berkomunikasi.
8. Petugas tidak menerima kunjungan rumah/tatap muka.
9. Bila menerima saran untuk dirujuk, selanjutnya silakan berkoordinasi dengan petugas lapang untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Dengan telemedicine ini, NU berharap bisa mengurangi beban tenaga kesehatan dalam menangani pandemi. “Banyak tenaga kesehatan kita yang sudah tumbang. Kami berpikir, kami yang tergabung dalam LKNU ini bisa ikut berperan. Yang paling bagus saat ini adalah kami bersentuhan dengan masyarakat,” kata Ulfa Elfiah, Koordinator Bidang Pengembangan Layanan Masyarakat dan Rumah Sakit LKNU Jember, Senin (2/8/2021).

Sebagai awal, LKNU menentukan dua daerah binaan yakni Desa Tempurejo Kecamatan Tempurejo dan Taman Gading Kecamatan Kaliwates. “Kalau konsep ini berhasil, maka konsep ini akan jadi template untuk kami terapkan ke tempat-tempat lain,” kata Ulfa.

“Namun kami berharap walau ada program ini, warga tetap berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan setempat agar ketika nanti ada arahan mereka mendapatkan pemeriksaan secara langsung, bisa lebih mudah mendapatkan data dari kami. Jadi penanganannya lebih cepat lagi,” kata Ulfa.

Dengan telemedicine ini, warga yang sakit bisa mendapat arahan yang baik cara merawat diri pada saat isolasi mandiri. “Bagaimana seseorang bisa lebih bersemangat, merasa diperhatikan, merasa ada yang mengarahkan. Target kami, orang-orang yang isolasi mandiri itu tidak jatuh ke kondisi yang berat. Kalau mengalami keluhan yang semakin memberat, akibatnya mereka harus ke rumah sakit,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar