Politik Pemerintahan

Ini Himbauan MUI Pamekasan Soal Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, mengeluarkan himbauan cukup simpel dibandingkan fatwa MUI Pusat Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19.

Terlebih fatwa tersebut juga menimbulkan banyak tafsir dan persepsi beragam dari masyatakat umum, khususnya yang dilayangkan ke Dewan Pimpinan Wilayah MUI Provinsi Jawa Timur. Sehingga membuat mereka membuat surat penjelasan melalui Ketum MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori dan Sekum H Ainul Yaqin, Selasa (17/3/2020) lalu.

Bahkan dalam penjelasan MUI Jatim seputar Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020, terdapat sebanyak enam poin penjelasan dengan sejumlah item berbeda di setiap poin. Khususnya seputar fatwa diperkenankan tidak melakukan. salat Jum’at di tengah kasus virus corona.

Hanya saja berbeda dengan himbauan yang dikeluarkan MUI Pamekasan yang hanya mengeluarkan tiga poin berbeda yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum MUI Pamekasan, KH Ali Rahbini Abd Latif dan Sekretaris Umum MUI Pamekasan, Imam Santoso, Kamis (19/3/2020) kemarin.

Himbauan MUI Pamekasan soal Covid-19.

Tiga himbauan MUI Pamekasan tersebut, meliputi himbauan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan memperbanyak doa, dzikir, taubat, istigfar, membaca al-Qur’an, shalawat, bersedekah, serta memakmurkan masjid sesuai Fatwa MUI 14/2020.

Selain itu juga terdapat dua poin lainnya, yakni menjauhi perbuatan maksiat yang dinilai sebagai penyebab turunnya bala’ dari Allah, serta mengimbau pihak berwenang (dalam hal ini pemerintah khususnya pemerintah kabupaten Pamekasan) agar menutup sejumlah tempat yang memfasilitasi perbuatan maksiat.

“Himbauan ini sesuai dengan Fatwa MUI, tetapi untuk persoalan salat Jum’at itu hanya berlaku untuk wilayah yang masuk katagori darurat. Sementara untuk wilayah seperti Pamekasan, kita tetap menunggu surat edaran dari bupati,” kata Komisi Informasi MUI Pamekasan, Azis Ashari kepada beritajatim.com, Jum’at (20/3/2020).

Selain itu pihaknya juga mengimbau masyatakat agar selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih seperti anjuran yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. “Dari itu kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan suci, sehingga dapat terhindar dari virus ini,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar