Politik Pemerintahan

Ini APD yang Digunakan dalam Pencoblosan 9 Desember

Ketua KPU Ponorogo Munajat (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada penambahan logistik Pilkada tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena digelar di masa pandemi Covid-19, logistik saat pencoblosan ditambah dengan alat pelindung diri (APD).

APD yang dipersiapkan oleh KPU Ponorogo antara lain masker, sarung tangan, face shield, dan disinfektan serta baju hazmat.

“Selain logistik untuk pencoblosan, kami juga sedang mempersiapkan APD-nya,” kata Ketua KPU Ponorogo Munajat, Jumat (20/11/2020).

Untuk masker, KPU rencananya akan ada dua jenis masker yang didistribusikan ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS).  Yakni, masker kain dan masker sekali pakai. Masker sekali pakai nanti diberikan kepada pemilih yang tidak mengenakan masker. Tiap TPS dijatah lima boks masker. Satu boksnya berisi 50 lembar masker.

“Jadi ada dua jenis masker, masker kain untuk petugas KPPS. Sedangkan masker sekali pakai untuk pemilih yang tidak memakai masker,” katanya.

Dulu pemilih setelah mencoblos, mencelupkan salah satu jarinya ke tinta. Nantinya pada tanggal 9 Desember, celup tinta diganti dengan tetes tinta. Di tiap TPS akan disediakan ember sebagai wadah menampung tintanya. Distribusi APD ini akan dimulai minggu depan. Munajat menyebut jika distribusi APD ini akan diprioritaskan.

“Setelah APD didistribusikan ke tingkat kecamatan, baru dilanjutkan dengan pendistribusian surat suara,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar