Politik Pemerintahan

Ini 6 Point Upaya Pemkot Mojokerto untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan dalam waktu dekat, ada enam point yang akan dilakukan Pemkot Mojokerto.

“Kita akan bersinergi dengan 19 BUMN, 1 BUMD Provinsi Jawa Timur dan 2 BUMD Kota Mojokerto untuk pemberdayaan dan inkubasi kemandirian ekonomi masyarakat terdampak. Rakor sendiri sudah dilakukan pada, Selasa kemarin,” ungkapnya, Sabtu (2/5/2020).

Point kedua yakni penyediaan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bantuan Sosial (Bansos). Pemkot akan menyediakan paket baksos untuk 5.500 Kepala Keluarga (KK) dan saat ini data sedang proses entri dan verifikasi oleh Dimas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto. Sasaranya, IKM/UKM/UMKM terdampak, warga terdampak yang belum tercover dan PKL terdampak.

“Serta penyaluran BPNT-APBM Covid 19 selama 9 bulan yang masing-masing sebesar Rp200 ribu untuk 2.081 KK. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp600 ribu selama 3 bulan dari Kemensos yang akan diterima sebanyak 11.556 KK di Kota Mojokerto,” katanya.

Serta penyediaan masker untuk masyarakat dan pedagang, melalui pemberdayaan IKM terdampak. Dari target 140.000 biji, sebanyak 10.000 biji sudah diproduksi dan sudah dibagikan. Sedangkan saat ini masih proses produksi sebanyak 31.445 biji dan bantuan dari sejumlah perusahaan sebanyak 9.500 biji.

“Masker-masker ini sudah dibagikan dan pengalokasian pengadaan masker yang dilakukan oleh OPD kepada IKM terdampak dan penyediaan sprei untuk ruang karantina yang ada di Rusunawa sebanyak 348 buah melalui pemberdayaan IKM terdampak,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar