Politik Pemerintahan

Ingin Surabaya Bersih Pijat Plus-plus, Cak Firman: Saya Tak Takut Siapapun!

Cak Firman berfoto bersama Kader PMII Cabang Bangkalan yang Ikut Pelatihan Kaderisasi

Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Walikota Surabaya 2020 semakin dekat, para Bakal Calon Walikota silih berganti menawarkan gagasan kepada publik. Tak terkecuali keponakan Menkopolhukam Mahfud MD yang bernama Firman Syah Ali dan akrab disapa Cak Firman.

Cak Firman mencetuskan Revitalisasi Pancasila melalui revolusi akhlak. Di antara aksi revolusi akhlak yang dicetuskan Cak Firman adalah penertiban prostitusi terselubung di Kota Surabaya.

Menurut Cak Firman, prostitusi terselubung tersebut bisa berupa layanan hotel esek-esek, apartemen esek-esek, karaoke plus-plus, salon plus-plus, pijat plus-plus, warung pangku, ayam kampus, artis plus-plus dan lain-lain. “Surabaya harus diselamatkan dari dekadensi moral, pemimpin Surabaya prediktif harus punya atensi ke arah situ” ujar Cak Firman yang juga pengurus Harian LP Ma’arif NU Jatim ini kepada beritajatim.com, Rabu (20/11/2019).

Cak Firman mengakui bahwa gagasannya ini akan berhadapan dengan tembok baja ukuran raksasa, namun dia mengaku tidak takut. “Sejak kecil saya tidak pernah takut siapapun, setelah kuliah saya aktif memimpin unjuk rasa turunkan rezim Orde Baru, kali inipun saya berani,” tegas Bendahara Umum IKA PMII Jatim ini.

Namun Bakal Calon Walikota yang sudah mendaftar secara resmi di Gerindra, PSI dan NasDem ini tetap tidak meremehkan aspek pencegahan. “Bukan berarti saya memandang pencegahan itu kurang penting, pencegahan sama pentingnya dengan penertiban. Namun kalau dipikirkan lebih mendalam, sebetulnya penertiban itu merupakan bagian dari pencegahan juga,” pungkas tokoh pejuang Cyber NU ini. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar