Politik Pemerintahan

Ingatkan Birokrasi, Bupati: Jember Bukan Milik Si A, Si B, Si C

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengingatkan kepada jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar bersatu dan tak terpecah. Apalagi masalah polemik kedudukan susunan organisasi dan tata kerja (KSOTK) sudah berakhir.

Hendy bersyukur, Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo sudah menyelesaikan polemik tersebut. Sebelumnya, menjelang berakhirnya masa kekuasaannya, Bupati Faida mengangkat dan memberhentikan sejumlah pelaksana tugas tidak sesuai aturan. Gara-gara kebijakan itu muncul dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi perangkat daerah (OPD). Gubernur Khofifah Indar Parawansa sempat menerbitkan surat pada 15 Januari 2021, yang mengingatkan agar Faida tidak melanjutkan kebijakan tersebut.

“KSOTK sudah diterima dengan baik oleh teman-teman (birokrasi) di Kabupaten Jember. Sungguh kami bahagia sekali. Tidak ada lagi perbedaan sana-sini. Jember milik kita bersama,” kata Hendy, saat menyampaikan pidato perdana sebagai bupati dalam malam silaturahmi dengan pejabat dan tokoh masyarakat di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (26/2/2021) malam.

“Tidak ada lagi Jember milik Si A, Si B, Si C. Tidak ada lagi. Kalau masih ada yang mebedakan itu, mari kita berikan pengertian: bahwa tidak ada lagi barrier di antara kita, tidak ada lagi batas buat kita. Kita harus bersama-sama. Masyarakat Jember sudah menunggu. Kita bangkitkan kembali Jember ini. Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa Jember bisa dan sudah saatnya bangkit dari keterpurukan menuju kemakmuran dan kesejahteraan,” kata Hendy.

Hendy juga segera menyiapkan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Untuk itulah, ia meminta saran dan bimbingan dari banyak pihak. “Kami mohon izin akan sering datang ke kantor DPRD. Bapak tidak perlu mengundang kami, kami akan yang akan datang ke tempat Bapak nanti,” katanya kepada pimpinan DPRD Jember yang hadir dalam acara silaturahmi.

“Haji Hendy dan Gus Firjaun sulit bekerja santai. Haji Hendy dan Gus Firjaun ingin cepat menyelesaikan (persoalan di) Jember. Mustahil Jember termiskin nomor dua. Tidak boleh terjadi lagi kematian tertinggi bayi dan ibu hamil,” kata Hendy.

“Tidak boleh lagi ada stunting. Tidak boleh lagi ada busung lapar. Untuk itu mohon kalau tangan kami tidak bisa menjangkau itu, mohon Pak Sekda (Sekretaris Daerah) dan teman-teman OPD untuk memberitahu kami di mana letaknya kemiskinan. Mari kita selesaikan bersama-sama,” kata Hendy. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar