Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Infrastruktur Jalan Mulus, Bupati Jember Targetkan Partisipasi Pemilu di Atas 70 Persen

Hendy Siswanto saat berpidato di kantor Bawaslu Jember

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berharap partisipasi warga terhadap pemilu serentak pada 2024 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa cukup tinggi. Perbaikan infrastruktur jalan bisa jadi kunci.

Hendy menyadari kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember sangat berat. “Mungkin sepanjang sejarah baru pertama kali ini pada 2023-2024, pemilu serentak,” katanya, saat serah terima pinjam pakai aset untuk kantor Bawaslu Jember, Selasa (6/9/2022).

“Saya bisa membayangkan betapa pontang-pantingnya nanti teman-teman Bawaslu maupun KPU. Pasti. Kenapa? Melihat area yang luas di Jember ini. Bagaimana sistem pengawasannya? Apalagi pada Februari 2024 nanti pemilu legislatif dan pemilihan presiden, lanjut pilkada pada November 2024. Ini waktunya sangat mepet dan perlu berbagai macama dokumen yang disiapkan, sarana dan prasarana, maupun sumber daya manusia yang bisa mendukung,” kata Hendy,


Hendy tak ingin masyarakat apatis pada saat pemilu. “Pemilu begini-begini saja. Nyoblos siapa saja, begini saja hasilnya. Ini harus dihilangkan,” katanya. Apatisme seperti ini berimbas pada tingkat partisipasi pemilih yang berkisar 50-60 persen dari total pemilih.

Salah satu upaya Pemkab Jember untuk mengikis habis apatisme politik warga Jember adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan. “Kami memperbaiki jalan, infrastruktur sampai ujung gunung kami perbaiki. Tujuannya supaya tidak ada lagi persoalan untuk datang ke tempat pemungutan suara, tidak ada lagi persoalan untuk mengedukasi masyarakat kami yang ada di ujung (daerah pinggiran, red),” kata Hendy.

Pembangunan yang dilakukan Pemkab Jember juga bisa menepis keraguan masyarakat soal keterpilihan pemimpin dalam pemilu. “Kami bisa menyampaikan kepada masyarakat: untungnya kalau mencoblos bupati ada manfaatnya, ini jalan sudah diperbaiki. Ini bukan dalam rangka kampanye, tapi bukti. Bukti ada. Ini perlu diomongkan,” kata Hendy.

Usai acara serah terima, Hendy menegaskan kepada wartawan, pesta demokrasi harus berlangsung damai dan bahagia. “Pesta demokrasi harus senang. Tidak boleh bertengkar. Pokok enjoy saja,” katanya.

Menurut Hendy, target peningkatan partisipasi pemilih bisa dicapai dengan cara sosialisasi dan edukasi. “Sehingga peran serta masyarakat untuk nyoblos bisa 70-75 persen. Bahkan 80 persen. Kalau mereka hadir (di tempat pemungutan suara), mereka akan merasa ikut memiliki negeri ini,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar