Politik Pemerintahan

Pengelolaan DD Desa Kepatihan

Infrastruktur Dahulu, Pemberdayaan Kemudian

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi

Jombang (beritajatim.com) – Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang terus bersolek. Betapa tidak, pembangunan infrastruktur terus dilakukan, baik bersumber dari ADD (Alokasi Dana Desa) dan DD (Dana Desa). Jalan-jalan yang ada di desa tersebut sudah mulus terbalut aspal hotmik. Ada juga yang dibangun menggunakan rabat beton serta paving.

Begitu juga dengan saluran air di kawasan desa yang berada di tengah kota tersebut. Semuanya sudah terbangun. Pendek kata, pembangunan infrastruktur di desa tersebut sudah lebih dari cukup. Namun demikian, bukan berarti pembangunan di desa itu berhenti. Kini skala prioritas pembangunan menyasar pemberdayaan ekonomi.

“Untuk pembangunan infrastruktur di desa kami lebih dari cukup. Berdasarkan hasil rapat dengan BPD, kami memutuskan anggaran infrastruktur kami alihkan ke pemberdayaan. Harapannya, derajat ekonomi masyarakat Desa Kepatihan semakin terangkat,” ujar Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi, Jumat (2/8/2019).

Selanjutnya, program pemberdayaan itu dikerucutkan lagi untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Hal itu tidak lepas dari banyaknya masyarakat Desa Kepatihan yang bergerak di sektor tersebut. Mulai usaha warung, pedagang bakso, catering kecil hingga penjual gorengan.

Erwin menjelaskan, berdasarkan pendataan, terdapat 172 pengusaha kecil di Desa Kepatihan yang layak mendapatkan bantuan modal. Seluruh pengusaha itu kemudian dikumpulkan di balai desa setempat, Jumat (2/7/2019) guna menerima bantuan yang dimaksud.

Acara penyerahan itu berlangsung meriah. Para pengusaha yang mendapatkan bantuan hadir di balai desa. Mereka kemudian dipanggil untuk menerima alat yang diberikan tersebut. Selain Kades Kepatihan, acara tersebut juga dihadiri Camat Jombang M Agus Djauhari serta Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

“Bantuan modal yang kita berikan ini berupa alat, bukan berbentuk uang. Nilainya antara Rp 150 hingga Rp 250 ribu. Semisal penjual gorengan kita berikan bantuan berupa kompor. Kemudian untuk warung kita berikan alat penghangat nasi. Demikian seterusnya, kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” kata Erwin.

Erwin mengatakan, bantuan modal tersebut bersumber dari DD yang jumlahnya sebesar Rp 32,5 juta. Dalam kesempatan itu, Kades Kepatihan juga menyerahkan bantuan untuk 14 penyandang disabilitas senilai Rp 3 juta.

Kades berharap, bantuan modal berupa alat untuk UMKM itu benar-benar dipakai untuk usaha. Oleh sebab itu, pihak desa akan melakukan pemantauan secara periodik. “Tentunya, kami berharap ada peningkatan ekonomi bagi para pengusaha kecil,” pungkas Erwin. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar