Politik Pemerintahan

INDONEGRI Bagikan Ratusan Suplemen Penangkal Corona di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Komunitas Indonesia Green Innovation (INDONEGRI) membagikan ratusan botol suplemen pencegah Virus Corona hasil dari riset yang mereka lakukan, Selasa (21/4/2020). Pada kesempatan ini, ramuan herbal yang diberi nama ‘ANTICOVID’ itu dibagikan kepada para pekerja harian di Surabaya.

“Kesempatan kali ini kami bagikan total 250 botol di wilayah Kelurahan Pacar Keling. Karena target kami adalah mereka para pekerja harian yang memiliki resiko tinggi terpapar Virus Corona, maka kesempatan sekarang kami bagikan ke para pengemudi ojol, tukang becak, dan pedagang asongan,” ujar Dery Isfandriyati selaku Chief Communication Officer INDONEGRI.

Tidak berhenti sampai disini saja, INDONEGRI memastikan diri akan terus membagikan supplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh ini. “Target kami sampai ribuan. Untuk itu kami juga membuka diri bagi para donatur untuk memproduksi ramuan herbal ini,” jelas Dery.

“Kami melakukan kegiatan ini murni non profit. Kami hanya ingin meningkatkan imunitas tubuh dari para pekerja harian yang memiliki resiko tinggi terpapar Virus Corona. Kami juga ingin berjuang bersama seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah dalam memerangi pandemi Virus Corona di Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ‘ANTICOVID’ adalah hasil dari penelitian Dr. Sulfahri selaku Chief Research Officer Komunitas INDONEGRI. Lewat riset yang dilakukan, Sulfahri menemukan beberapa jenis rempah untuk diformulasikan menjadi produk unggulan. Diantaranya adalah Zingiber officinale, Curcuma zedoaria, Clinacanthus nutans, Curcuma domestica, Caesalpina crista, Vemonia amygdalina, Nigelia sativa.

Pihak INDONEGRI pun telah memastikan jika suplemen hasil riset mereka telah melalui uji laboratorium. Tepatnya, diuji dengan metode biomoleculer docking.

“Alasan utama dalam pemilihan jenis-jenis rempah tersebut adalah bahwa secara tradisional rempah-rempah tersebut telah terbukti secara turun temurun dapat digunakan sebagai rempah yang mampu menigkatkan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, adanya kandungan Kaempferol, Quercetin dan Kaempferol didalam rempah-rempah tersebut maka produk ini lebih dipercaya akan dapat menjaga dan mengobati tubuh dari serangan SARS COV-2,” beber Sulfahri.

“Untuk memudahkan konsumsi tujuh jenis rempah ini, komunitas INDONEGRI mengemasnya menjadi produk yang sudah dikapsulkan. ANTICOVID dibuat dalam bentuk simplisia agar tidak menghilangkan nilai gizi yang terkandung didalam bahan baku, sehinggga selain senyawa akif, yang meminum obat ini juga akan memperoleh zat gizi lain berupa vitamin dan mineral untuk menunjang imunitas tubuh,” tambahnya.

Di sisi lain, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia, Nomor : HK.00.05.4.2411 tentang Ketentuan Pokok Pengelompokkan dan Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia, Sulfahri memastikan jika ANTICOVID yang dibuat oleh Komunitas INDONEGRI merupakan obat tradisional kategori Jamu.

“Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan pembuktian empiris atau turun temurun. Maka berdasarkan peratuan diatas, logo jamu pada kemasan herbal ANTICOVID menjelaskan bahwa obat ini tidak memerlukan uji pre klinis maupun uji klinis,” pungkas Sulfahri. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar