Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Imbauan 5M di Sela Doa Lima Kiai

KH Masduki Abdurrahman Al-Hafid (kiri) bersama Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat acara doa bersama, Jumat (9/7/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Lima kiai dari pondok pesantren besar di Jombang, Jawa Timur, mengikuti istighatsah dan doa bersama yang digelar pemkab setempat, Jumat (9/7/2021). Istighatsah digelar secara virtual.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Wakil Bupati Sumrambah, Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli mengikuti istighatsah dan doa bersama dari ruang Jombang Command Center (JCC) Kantor Pemkab Jombang.

Sementara Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), ASN (aparatur sipil negara), tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 21 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari zoom meeting dan streaming YouTube Channel. Hal itu dilakukan untuk mengindari kerumunan serta agar sesuai protokol physical distancing.

Lima kiai yang mengikuti doa bersama tersebut adalah; KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng; KH Cholil Dahlan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang yang juga pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum); KH Hasib Wahab, pengasuh PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Takmbakberas; KH Imam Haromain, pengasuh PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar.

Empat kiai ini mengikuti istighatsah secara virtual dari pesantrennya masing-masing. Sedangkan KH Masduki Abdurrahman Al-Hafid, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzi Quran Perak Jombang, hadir langsung di ruang JCC. Pasalnya, kiai sepuh inilah yang memimpin istighatsah dan doa bersama.

Tentu saja, jumlah yang hadir di ruangan tersebut dibatasi. Hanya ada beberapa tempat duduk yang jaraknya sudah diatur sedemikian rupa. Kiai Masduki mengenakan baju dan peci warna putih. Semua itu semakin klop dengan sorban hijau yang melingkar di lehernya.

Meski usianya sudah sepuh, namun suara kiai asal Kecamatan Perak, Jombang, ini tetap merdu dan fasih. Terkadang di tengah membaca istighatsah, dia memejamkan mata. Nada suara yang dilantunkan juga kadang meninggi, terkadang merendah. Dengan penuh kekhusukan, Kiai Masduki memimpin istighatsah hingga selesai.

Usai istighatsah, masing-masing pengasuh pondok pesantren memimpin doa secara virtual. Dimulai dari KH Cholil Dahlan, KH Hasib Wahab, kemudian KH KH Abdul Hakim Mahfudz, serta KH Imam Haromain. Lalu, KH Masduki Abdurahman Al-Hafid kembali memungkasinya dengan doa khotmil Quran.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dalam sambutannya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk ASN, tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut mendukung PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat yang dilaksanakan sejak Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

Dukugan itu dilakukan dengan mematuhi seluruh butir yang ada dalam PPKM itu. Bupati juga mengingatkan tentang pentingnya protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas), serta melakukan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Karena hal-hal tersebut berguna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kegiatan doa bersama ini sebagai bentuk ikhtiar kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Selain dengan disiplin melaksanakan 5M kita juga melakukan 3T, agar terhindar dari wabah Covid-19,” tutur Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.

Bupati yang mengenakan busana serba putih ini menghimbau masyarakat untuk tidak terlalu cemas, akan tetapi tetap harus waspada. “Pemerintah terus berupaya untuk segera mengatasi pandemi ini. Namun tetap membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat,” sambungnya.

Upaya yang dilakukan Pemkab Jombang dalam mengatasi pandemi di antaranya, melakukan percepatan vaksinasi. Nah, hal itu menurut Mundjidah perlu mendapatkan partisipasi dan dukungan masyarakat. “Segeralah ikuti vaksinasi bersama keluarga bagi yang belum. Saya juga mengimbau agar masyarakat jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak,” ujar Bupati Jombang.

Peserta doa bersama yang mengikuti acara melalui chanel youtube

Terkait pelaksanaan istighatsah dan doa bersama, Mundjidah berharap Kabupaten Jombang segera kembali ke zona hijau. Sehingga kegiatan ekonomi juga sosial bisa dibuka kembali, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Dengan doa bersama ini mudah-mudahan yang sakit segera diberikan kesembuhan dan kita yang sehat dapat terhindar dari Covid-19. Semoga segala persoalan bangsa ini bisa diselesaikan atas pertolongan Alloh SWT,” urainya.

Memang, sejak dua minggu terkahir ini kasus Covid-19 di Jombang mengalami peningkatan. Begitu juga dengan tingkat kematian akibat virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. Meningkat tajam. Berdasarkan update di laman Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Jumat (9/7/2021) pukul 15.00 WIB, terdapat penambahan 83 pasien positif Covid.

Sehingga jumlah kumulatif positif Covid per hari ini menjadi 5.809 kasus. Sedangkan pasien meninggal bertambah 10 kasus. Dari penambahan tersebut, jumlah kumulatif pasien meninggal akibat Covid-19 menjadi 635 kasus.

Kabar baiknya adalah tercatat 72 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Praktis, jumlah kumulatif pasien sembuh menjadi 4.695 orang. Dari laman tersebut juga tercatat pasien positif Covid yang masih aktif sebanyak 479 orang. Rinciannya, 368 pasien menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan 111 orang isolasi mandiri (isoman).

Bagimana dengan sebaran Covid-19 di Jombang? Dari 21 kecamatan yang ada, tiga kecamatan berstatus zona kuning, yakni Ngusikan (4 kasus), Kudu (4 kasus), serta Wonosalam (5 kasus). Kemudian dua kecamatan masuk zona oranye, masing-masing Kabuh (6 kasus) dan Megaluh (6 kasus).

Sisanya, sebanyak 16 kecamatan berstatus zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19. Belasan kecamatan tersebut meliputi, Plandaan (15 kasus), Ploso (25 kasus), Tembelang (18 kasus), Kesamben (18 kasus), Sumobito (28 kasus), serta Peterongan (15 kasus).

Selanjutnya, Jombang/Kota (106 kasus), Bandarkedungmulyo (24 kasus), Perak (21 kasus), Gudo (11 kasus), Diwek (33 kasus), Ngoro (19 kasus), Jogoroto (21 kasus), Bareng (18 kasus), Mojowarno (51 kasus), serta Mojagung (26 kasus). [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar