Politik Pemerintahan

Imbas Pandemi Covid-19, APBD Gresik 2020 Baru Terserap 43 Persen

Gresik (beritajatim.com) – Imbas adanya pandemi Covid-19 yang melanda selama enam bulan menyebabkan anggaran APBD Gresik 2020, baru terserap 43 persen. Masih minimnya penyerapan anggaran tersebut membuat Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto geleng-geleng kepala. Sehingga, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu menargetkan sebelum akhir tahun. Penyerapan APBD bisa mencapai 75 persen.

“Akhir Nopember 2020 nanti akan saya evaluasi Kembali, dan setidaknya sudah harus sesuai progress. Kalau bisa pada bulan yang sama mencapai 100 persen,” ujar Bupati Sambari, Kamis (3/09/2020).

Terkait dengan ini, bupati dua periode itu meminta kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memacu kinerja lebih baik. Dia berharap agar evaluasi hari ini bisa memacu, mengejar ketertinggalan sehingga bisa sesuai progres.

“Meski ada pandemi Covid-19 seharusnya bisa lebih memacu progresnya. Toh anggaran OPD sudah sudah banyak yang dialihkan untuk Covid-19. Tolong kegiatan yang masih ada dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Sambari.

Pada kesempatan itu, penjabat Sekda Gresik Abimanyu menyampaikan beberapa OPD yang sukses melaksanakan kegiatan pada Tahun anggaran tahun 2020. “Ada lima OPD yang progress pendapatan tertinggi BPPKAD, DPMPTSP, RSUD Ibnu Sina, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Dinas Pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, selain OPD tersebut juga ada lima OPD yang mencapai kegiatan fisik tertinggi. Yakni, Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Bagian Pemerintahan Umum, BPBD dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Sementara itu, ada lima OPD yang progress keuangannya tertinggi yaitu BPBD, Kecamatan Balongpanggang, Bagian Adminustrasi Pemerintahan Umum, Kecamatan Driyorejo dan Dinas Perpustakaan dan kearsipan. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar