Politik Pemerintahan

Imbas Covid-19, 70 Ribu Warga Tak Mampu Didata untuk Menerima Bansos

Gresik (beritajatim.com) – Imbas adanya pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gresik, sebanyak 70 ribu warga tak mampu bakal menerima bantuan sosial (Bansos) dari pemkab. Mereka yang masuk keluarga tak mampu dimasukkan ke dalam pagu keluarga Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Bantuan yang diterima keluarga penerima itu berupa uang tunai senilai Rp 600 ribu per bulan. Sebab, nilai bantuan tersebut berdasarkan kebutuhan pangan warga Gresik dari 54 jenis komoditi.

Kasubag Program dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, Rian Pramana Suwanda mengatakan, mekanisme pemberian JPS Pemkab supaya tepat sasaran harus mengacu pada keluarga yang tidak tercatat sebagai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Dari DTKS tersebut ada beberapa irisian yakni keluarga yang menerima program keluarga harapan (PKH) kami keluarkan, penerima bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan langsung tunai (BLT) kita keluarkan, serta jaring pengaman sosial (JPS) provinsi dan nasional itu kita keluarkan. Jadi keluarga yang di luar JPS Provinsi dan Nasional itu yang kami akomodasi di JPS APBD Pemkab Gresik,” katanya, Rabu (29/04/2020).

Selain diluar DTKS itu, ada juga orang-orang yang berhak mendapatkan JPS Pemkab, karena dampak Pandemi Covid-19 yakni pekerja sektor formal dan Informal.

“Profesi seperti petani, perikanan, guru madrasah Diniyyah (Madin), petugas kebersihan, TKI yang dideportasi, dan sejumlah orang yang kehilangan pekerjaan juga mendapat bantuan melalui JPS,” ujar Rian.

Dalam bantuan ini, Bappeda Gresik mengacu pada tiga hal lagi untuk mendata keluarga penerima. Yakni JPS pemkab ditujukkan kepada mereka yang kehilangan sebagian atau seluruh pekerjaannya, kemudian mereka yang berpenghasilan di bawah standar layak hidup dan mereka yang tidak mempunyai tambungan di bank untuk digunakan membeli makanan selama kebijakan PSBB berlangsung.

“Dari DTKS kami mendapatkan data 40.000 keluarga. Belum ditambah lagi dari Pemdes. Sebab data ini kemudian kami serahkan ke Pemdes supaya dicocokkan. Agar penerima tidak terduplikasi,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar