Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ilustrasi Medis, Cara Bupati Mojokerto Edukasi Masyarakat Taat Prokes

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati saat menyerahkan bansos sembako ke warga terdampak PPKM. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ilustrasi medis tentang bahaya Covid-19, kembali diedukasikan Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Ilustrasi medis tersebut diedukasi Bupati Mojokerto saat memberikan bantuan sosial (bansos) sembako pada warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah wisata.

Antara lain Desa Sentonorejo di Kecamatan Trowulan dan Desa Kebontunggul di Kecamatan Gondang. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto yang merupakan seorang dokter ini, memberi peringatan tegas pentingnya protokol kesehatan (prokes) kepada warga.

Dimulai dari yang paling utama yakni mengamankan hidung dan mulut dengan taat memakai masker. Memastikan tangan steril dengan cara mencuci tangan sebelum maupun sesudah menyentuh sesuatu terutama mata, serta menjaga jarak dan membatasi mobilitas.

“Covid masuk dari hidung, mulut, mata lalu masuk paru-paru kita yang mirip spons. Paru-paru sehat akan mengembang jika kita bernafas. Namun jika terinfeksi covid, jaringannya jadi berair. Sehingga, menyebabkan sulit nafas karena tidak mengembang normal,” ungkapnya, Minggu (8/8/2021).

Kalau sudah begitu, lanjut Bupati, harus diintervensi dengan tindakan medis. Oksigen harus dimasukkan dengan bantuan alat, layaknya memompa ban. Sampai dengan saat ini, masker menjadi item paling penting sebagai perisai diri dari penularan Covid-19 sehingga dihimbau agar masker dijadikan bagian pakaian wajib sehari-hari demi menghindari risiko penularan.

“Jadikan masker sebagai style wajib pakaian saat ini. Masker sangat luar biasa bermanfaat. Sebelum pegang hidung, mulut dan mata, pastikan tangan steril dengan cuci tangan atau setidaknya hand sanitizer. Edukasi ini harus saya sampaikan terus. Kenapa kita ada di PPKM level 4 atau paling berat?,” katanya.

Masih kata Bupati, karena setiap hari penambahan rata-rata kasus di Kabupaten Mojokerto mencapai 100 orang per hari. Pasien yang menjalani perawatan sebanyak 1.000, namun bed di rumah sakit hanya sekitar 450. Sehingga Bupati meminta masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar