Politik Pemerintahan

IKAPMII Kecam Kekerasan dalam Aksi Demo di Depan Kantor Bupati Jember

Ketua IKAPMII Jember Akhmad Taufiq

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) mengecam dan menyesalkan tindak kekerasan yang terjadi, saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Senin (9/3/2020) lalu.

Enam mahasiswa terluka setelah terlibat benturan dengan polisi. “Dengan alasan apapun, terjadinya tindak kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan,” kata Ketua IKAPMII Jember Akhmad Taufiq, dalam pernyataan pers yang diterima┬áberitajatim.com, Rabu (11/3/2020).

IKAPMII mengingatkan, dalam negara demokrasi, menyampaikan aspirasi merupakan hak fundamental yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi. “Oleh karena itu, terjadinya tindakan kekerasan bagi sebuah proses penyampaian aspirasi menunjukkan kemunduran mendasar bagi negara demokrasi tersebut,” kata Taufiq.

IKAPMII mengingatkan, Bupati dan Kapolres Jember memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin optimalisasinya demokrasi dan menjaga kondusifnya daerah. “Terjadinya tindakan kekerasan pada aksi PMII Jember menunjukkan tertutupnya saluran aspirasi atau demokrasi dan belum kondusifnya pengamanan di daerah Jember,” kata Taufiq.

IKAPMII menilai tindak kekerasan tersebut menunjukkan bahwa aparat kepolisian kehilangan kendali. “Secara substantif dan moral, PC IKAPMII Jember mendukung sepenuhnya agenda advokasi lingkungan dan pemihakan atas hak-hak masyarakat yang dilakukan Pengurus Cabang PMII Jember yang dilindungi sebagai hak konstitusional warga negara,” kata Taufiq.

“Agenda advokasi saluran air untuk menyelamatkan hajat hidup masyarakat banyak pada petani di Puger merupakan sesuatu yang semestinya dilakukan sebagai agenda strategis penyelamatan hak fundamental warga negara,” kata Taufiq. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar