Politik Pemerintahan

IKA-PMII Sodorkan 10 Nama Kandidat Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) menyodorkan sepuluh nama kader untuk dicalonkan menjadi bupati Jember, Jawa Timur, dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

Sepuluh nama itu merupakan hasil Rapat Koordinasi Cabang IKAPMII yang digelar, Minggu (22/9/2019) lalu. Mereka adalah:
1. Syaiful Bahri Anshori (DPR RI dari PKB)
2. Muhammad Nur Purnamasidi (DPR RI dari partai Golkar)
3. Ahmad Hadinuddin (DPRD Jatim dari partai gerindra)
4. Saman Hudi (pengurus Partai Nasdem jember)
5. Emi Kusminarni (Ketua Muslimat NU Jember)
6. Dwi Rubiyanti Kholifah (aktivis Asian Muslim Action Network Indonesia)
7. Koesbandono (aktivis difabel Jember)
8. Anis Hidayah (aktivis Migran Care)
9. Muhammad Muslim (birokrat Kantor Kementerian Agama)
10. Akhmad Taufiq (akademisi Unej)

“Kami yakin kader-kader alumni memiliki kapasitas dan integritas untuk mewujudkan cita-cita IKAPMII. Mereka tersebar secara nasional dan lokal dengan profesi yang beragam mulai dari politisi, NGO, ormas dan akademisi,” kata Ketua Bidang Politik, Demokrasi, dan Kebijakan IKAPMII Jember M. Hadi Makmur, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers, Rabu (25/9/2019).

Menurut Makmur, pilkada adalah ruang strategis bagi IKAPMII untuk memperjuangan hadirnya pemimpin daerah yang adil dan mampu memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat miskin dan lemah. “Pemimpin yang mampu menghadirkan kebijakan inklusif,” jelasnya.

IKAPMII menekankan pentingnya membangun Jember inklusif. “Pemimpin Jember kedepan juga harus secara nyata bisa menangani permasalahan kesejahteraan sosial (PMKS), seperti kemiskinan, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan juga ketidakramahan terhadap difabel,” kata Makmur.

“Meskipun IKAPMII bukan partai politik, tapi kami secara kelembagaan memiliki perangkat pengurus kecamatan yang tersebar di 31 kecamatan di Jember. IKAPMII juga memiliki jejaring dan hubungan strategis dengan kelompok-kelompok organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ormas keagamaan, khususnya NU dan tokoh-tokoh masyarakat lokal maupun nasional,” kata Makmur. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar