Politik Pemerintahan

IKA-PMII Jember Tolak Politisasi Anggaran Covid dalam Pilkada

Ketua IKA-PMII Jember Akhmad Taufiq

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menolak politisasi dana penanganan Covid-19 untuk kepentingan pemilihan kepala daerah.

Ketua IKA-PMII Jember Akhmad Taufiq mengingatkan, pandemi Covid-19 menjadi problem tersendiri yang mampu meluluhlantakkan hampir semua struktur sosial-ekonomi masyarakat. “Bersamaan dengan itu, pada tahun ini terdapat momentum pilkada yang diselenggarakan di beberapa daerah. Kami menyeru dengan sangat agar tidak terjadi proses politisasi, yang mengakibatkan gagalnya penanganan Covid-19,” katanya, Kamis (20/8/2020).

Taufiq mengingatkan kegagalan penanganan Covid-19 bisa berakibat kompleks. Politisasi anggaran Covid-19 untuk agenda-agenda politik tertentu sangat merugikan masyarakat. “Sense of crisis pada masa pandemi sangat dibutuhkan semua pihak, terutama penyelenggara negara,” katanya.

IKA-PMII menegaskan, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah cepat dan seksama untuk meringankan beban hidup masyarakat. “Kebijakan stimulus dan insentif ekonomi bagi masyarakat kecil sangat dibutuhkan. Bersamaan dengan itu percepatan dan penguatan fundamental ekonomi perlu segera dilakukan dan tidak dapat ditawar-tawar,” kata Taufiq.

Sebelumnya, pemerintah pusat sudah menyerukan agar anggaran penanganan Covid-19 tidak digunakan untuk kepentingan politik pemilihan kepala daerah. “Dilarang keras bansos menggunakan identitas pribadi dari kepala daerah petahana, yang boleh hanya identitas lembaga pemerintahan sebagai bagian identitas tata kelola keuangan,” tegas Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam siaran persnya, Senin (13/7/2020). [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar