Politik Pemerintahan

IKA-PMII Jember: Pemakzulan Bupati adalah Konsekuensi Tak Terhindarkan

Taufiq Akhmad

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai pemakzulan politik terhadap Bupati Faida oleh DPRD diakibatkan proses panjang persoalan birokrasi dan tata kelola pemerintah yang berjalan tidak baik.

“Selain itu ada kemacetan dan kebuntuan komunikasi dua lembaga, eksekutif dan legeslatif. Hal itu sekaligus menunjukkan terjadinya disharmoni akut kedua lembaga tersebut, yang semestinya tidak boleh terjadi sebagai sesama lembaga pemerintah yang menjalankan mandatnya masing-masing. Kesepihakan menjadi masalah mendasar yang sudah selayaknya dihentikan,” kata Ketua IKA-PMII Jember Akhmad Taufiq, dalam siaran persnya, Selasa (4/8/2020).

IKA-PMII menilai, hak menyatakan pendapat (HMP) oleh DPRD Jember merupakan hak konstitusional yang wajib dihargai oleh siapapun. “Sebagai negara demokrasi, HMP merupakan hak legislatif yang diabsahkan oleh undang-undang. Untuk itu, semua pihak wajib menghargai sepenuhnya hak tersebut,” kata Taufiq.

Jika kemudian terjadi pemakzulan, Taufiq menambahkan, hal itu tidak dapat dipungkiri dan dihindari. “Itu merupakan konskuensi politik yang patut diterima secara bersama. Yang patut diapresiasi adalah bahwa proses politik tersebut berjalan secara damai, tidak ada benturan antarmassa yang dapat berakibat pada buruknya keadaan di tengah pandemi,” katanya.

IKA-PMII memuji kedewasaan politik dan demokrasi semua pihak. “Ini menjadi contoh secara nasional,” kata Taufiq. Kini yang bisa dilakukan semua pihak adalah menyerahkan dan memercayakan sepenuhnya kepada Mahkamah Agung. MA diberikan kewenangan tertinggi untuk memutus proses tersebut secara final dan mengikat semua pihak.

“IKA-PMII Jember meminta dengan sangat kepada Mahkamah Agung (MA), agar justifikasi formal dugaan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Ibu Faida selaku bupati Jember dapat dilakukan tepat waktu, fair, objektif, dan independen,” kata Taufiq.

Taufiq berharap kasus ini tidak berlarut-larut, karena dapat memberi dampak buruk terhadap ketidakpastian politik di Jember. “Ini dapat berakibat pada permasalahan yang lebih kompleks,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar