Politik Pemerintahan

Ifan Ariadna, Politik Juga Urusan Kemanusiaan

Jember (beritajatim.com) – Politik juga urusan kemanusian di tengah masa pandemi Covid-19. Penundaan jadwal tahapan pemilihan kepala daerah membuat para kandidat bupati Jember, Jawa Timur, seperti Ifan Ariadna akhirnya banting setir untuk terlibat dalam gerakan gotong royong nasional menghadapi pandemi.

Ifan dan relawannya menyalurkan dua ribu paket beras di sejumlah titik di kawasan Jember selatan, barat, timur, dan kawasan pusat kota selama beberapa hari ini. Paket beras ini diperuntukkan warga yang terdampak pandemi. “Kegiatan ini tak hanya Ramadan. Insya Allah akan berlanjut untuk membantu mereka yang terkena dampak pandemi, yang sebagian mungkin kehilangan mata pencarian,” katanya.

Bantuan juga diberikan kepada para guru ngaji sebagai bentuk apresiasi. “Yang saya dengar dan saya tahu, keberadaan guru ngaji saat ini agak dilupakan, kurang terperhatikan dibandingkan lima tahun sebelumnya,” kata Ifan.

Ifan sudah memikirkan program Bantuan Operasional Santri (BOS) ke depan. “Dengan program ini, para ustaz dan pengajar di madrasah diniyah mendapat honor. Selama ini kita tahu para ustaz itu tak mendapat gaji. Guru ngaji dulu mencari penghidupan dengan mengerjakan sawah milik kiai. Namun seiring perkembangan zaman, para kiai mewariskan sawah kepada anak-anak mereka, sehingga guru ngaji hampir tidak bisa mendapatkan penghasilan di luar tempatnya mengajar,” kata pengusaha muda dan mantan wartawan salah satu stasiun televisi ini.

Tak memiliki penghasilan tetap membuat guru ngaji kehilangan fokus. Apalagi jumlah madrasah diniyah semakin berkurang jika dibandingkan 10 tahun lalu. “Di desa saya, Sukorejo, beberapa sudah ada yang tutup,” kata Ifan. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar