Politik Pemerintahan

Ifan Ariadna: Implementasi Perda Disabilitas di Jember Masih ‘Zonk’

Jember (beritajatim.com) – Ifan Ariadna, calon wakil bupati pendamping Abdus Salam, berjanji akan mengimplementasikan isi peraturan daerah tentang penyandang disabilitas, jika terpilih dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ifan memuji adanya peraturan daerah mengenai kaum difabel yang disusun DPRD Jember bersama kelompok penyandang disabilitas yang kemudian ditindaklanjuti dengan peraturan bupati. “Namun implementasi perbup itu masih zero atau zonk,” katanya, usai acara dialog forum disabilitas berkomunikasi yang digelar National Paralympic Committee Indonesia, di Hotel Meotel, Selasa (13/10/2020) malam.

“Peraturan bupati itu baik semua isinya, sudah mengakomodasi amanat undang-undang. Teman-teman difabel akan merasa enjoy apabila perbup tersebut bisa dijalankan. Tapi itu tergantung willingness, good will pemerintah melalui bupati dan wakil bupati untuk mengimplementasikan peraturan yang sudah ada tersebut,” kata Ifan.

Ifan ingin semua komunitas difabel memperoleh hak sebagai warga negara. “Ini akan jadi concern kami ke depan supaya kami dapat membuat kebijakan yang mengakomodasi kebutuhan komunitas difabel. Kami akan membuat sistem pemerintahan partisipatif, melibatkan teman-teman difabel untuk memberikan masukan apa yang mereka butuhkan supaya program yang dilahirkan bisa tepat sasaran dan dirasakan,” katanya.

Ifan juga ingin agar kuota siswa penyandang disabilitas yang diterima di sekolah umum bisa diperbesar. “Kuotanya memang dua persen. Tapi kalau bisa lebih, kenapa tidak? Intinya kami tidak akan menyulitkan. Kalau bisa, ayo. Jangan sampai pemerintahan mempersulit masyarakatnya sendiri,” katanya.

Bagaimana dengan masalah anggaran? “Kita ada politik anggaran. Kita punya anggaran Rp 4,5 triliun. Leading sector kita pertanian, yang amanat undang-undangnya lima persen dari APBD. Anggaran untuk kaum disabilitas tidak akan memakan anggaran sebesar pertanian. Kami tidak khawatir, kalau menggunakan politik anggaran yang benar, insya Allah kami bisa meng-cover kebutuhan dan mengakomodasi hak-hak komunitas difabel tersebut,” kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar