Politik Pemerintahan

Idle Cash Pemkab Bojonegoro Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyimpan uang menganggur di perbankan konvensional. Penyimpanan uang menganggur atau idle cash sehingga bisa menambah penghasilan daerah yang tergolong uang pendapatan lain yang sah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti menyampaikan, penyimpanan uang kas yang menganggur di perbankan itu sesuai dengan PP No 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara atau Daerah.

“Uang di perbankan itu menjadi pendapatan dari BPKAD yang berasal dari bunga yang didapat melalui penyimpanan idle cash, baik giro maupun deposito,” katanya, Kamis (12/9/2019).

Target pendapatan idle cash di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang dibebankan kepada BPKAD sebesar Rp 36 miliar. Sejak bulan Maret sampai September 2019, menurut Ibnu, pendapatan yang diperoleh sudah melampaui target 200 persen lebih.

“Target tahun ini, pendapatan dari idle cash sudah capai 200 persen atau Rp 72 miliar lebih,” tandasnya.

Menurutnya, idle cash berasal dari semua pendapatan termasuk Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (migas). Namun, besaran jumlah idle cash yang disimpan tersebut menurutnya tidak masuk dalam data terbuka. Hal itu sesuai hak nasabah. “Kalau besaran dana yang disimpan itu rahasia nasabah,” tukasnya.

Saat ini, menurutnya, semua bank berpotensi menerima idle cash dari Pemkab Bojonegoro asalkan bunga bank tidak boleh di bawah 7 persen. Hal itulah yang membuat Pemkab Bojonegoro menunjuk Bank Jatim, sebagai salah satu lembaga keuangan yang dipercaya menyimpan idle cash tiap tahun.

“Sebenarnya tidak hanya Bank Jatim, bank yang lainnya juga ada asalkan bukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar