Politik Pemerintahan

Hutagalung Gayeng Bareng Ribuan Buruh, Cerita Pernah Kerja di Pabrik

Surabaya (beritajatim.com) – Politisi Partai NasDem, M Hutagalung berkeliling ke sejumlah sentra industri untuk bertemu ribuan buruh. Salah satunya di pabrik-pabrik milik Maspion Group.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur 2015-2018 tersebut berdiskusi dengan ribuan buruh.

“Apa kabar teman-teman? Semangat terus ya. Bapak ibu semua adalah pilar penting perekonomian. Tanpa bapak ibu semua, ekonomi mandek,” ujar Hutagalung yang disambut tepuk tangan ribuan buruh, melalui rilisnya kepada beritajatim.com.

Turut hadir di acara itu pendiri dan CEO Grup Maspion, Alim Markus yang juga ikut memberikan sambutan.

Diskusi santai itu berlangsung gayeng. Gelak tawa terdengar mengiringi diskusi. “Cintailah produk-produk Indonesia,” teriak Maruli dan Alim Markus memimpin koor bersama ribuan buruh. Slogan itu memang menjadi ciri khas Alim Markus.

Maruli lantas menceritakan sekilas pengalaman hidupnya. “Saya ini dulu juga kerja di pabrik, setelah lulus STM jurusan listrik. Lalu saya merantau naik kapal terombang-ambing tujuh hari di tengah laut menuju NTT. Di NTT,saya jadi tukang kebun, tugasnya siram bunga,” ujar Hutagalung.

Dengan kerja keras, sambung Hutagalung, perlahan nasibnya membaik. “Teruslah bekerja yang rajin, kreatif dan inovatif,” pesan Hutagalung.

Hutagalung berkeliling ke sejumlah unit pabrik, mulai pengolahan logam, aluminium, hingga elektronik. “Wah keren, sudah canggih semuanya. Selamat ya. Ini ekspor ke berbagai negara di dunia,” ujarnya saat melihat produksi berbagai alat rumah tangga dan elektronik.

Calon anggota DPR RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo itu menambahkan, salah satu isu krusial yang wajib diperhatikan bersama adalah korupsi.

“Korupsi menghambat dunia usaha. Kalau perizinan sulit karena korupsi, perusahaan enggak bisa maju, akhirnya enggak bisa serap tenaga kerja. Yang rugi rakyat, bapak ibu semua,” tegas Hutagalung yang sering membawa kejaksaan dipimpinnya sebagai pemberantas korupsi terbaik di Indonesia.

“Pemberantasan korupsi menentukan kemudahan berbisnis, ease of doing business. Kalau berbisnis mudah, tanpa pungli dan korupsi, perusahaan berkembang, buruh sejahtera,” imbuh Hutagalung.

Hutagalung juga mengapresiasi Maspion sebagai kelompok usaha dengan penyerapan tenaga kerja lokal sangat besar.

“Dan di sini kita buktikan bahwa isu serbuan pekerja asing ke Indonesia itu hoaks besar. Seperti di Maspion ini, dari 18.000 karyawan, pekerja dari luar negeri hanya beberapa gelintir saja,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar