Politik Pemerintahan

HUT 101, Damkar Kabupaten Mojokerto Masih Kekurangan Personel, Sarana, dan Prasarana

Personel Damkar Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski memasuki usia 101 tahun, Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Mojokerto masih kekurangan personil, sarana dan prasarana. Dengan luas wilayah lebih kurang 973,79 km2, jumlah penduduk 1.159593 jiwa, Damkar hanya memiliki enam unit mobil pemadam, dua pos pelayanan dan 28 personel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, Kabupaten Mojokerto terdiri dari 18 Kecamatan. “Jumlah penduduk mencapai 1.159593 jiwa,” ungkapnya, Kamis (5/3/2020).

Masih kata Zaini, Damkar hanya memiliki enam unit mobil pemadam, dua pos pelayanan dan 28 personil. Dua pos pelayanan tersebut berada di Mojosari dan Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Sementara 28 personil tersebut terdiri dari 11 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 17 orang Tenaga Harian Lepas (THL).

“Sebanyak 28 personil tersebut terdiri dari 2 orang inspektur pemadam, dalam satu regu terdiri dari enam orang. Padahal idealnya dengan melihat luas wilayah yg terdiri dari kawasan industri perdagangan dan pariwisata serta perkotaan/perkantoran masih jauh dari harapan,” katanya.

Pihaknya berharap ada perhatian baik sarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan mengingat petugas Damkar dalam bekerja taruhannya adalah nyawa. Menurutnya, Damkar Kabupaten Mojokerto minimal memiliki tujuh pos pelayanan sehingga saat ini di Kabupaten Mojokerto masih butuh lima pos pelayanan.

“Sesuai kajian RISPK yakni rencana induk proteksi kebakaran kota tahun 2019, pos pelayanan minimal 7 sehingga kita kurang 5. Seharusnya 5 pos pelayanan tersebut ada di Jetis, Sooko atau Trowulan, Jatirejo, Pacet dan Ngoro. Personil yang dibutuhkan sebanyak 147 personil, sudah ada 28 personil sehingga kurang 119 personil,” ujarnya.

Sementara terkait sarana mobil pemadam kebakaran dibutuhkan 14 unit, saat ini sudah ada enam unit kurang delapan unit. Mobil water supply tujuh unit, saat ini Damkar Kabupaten Mojokerto belum punya, alat angkut personil tujuh unit pick up dan sarana mobil rescue sebanyak dua unit.

“Perlu dukungan sarana hydrant untuk ditempatkan pada lokasi yg sulit dijangkau. Mobil water supply, utamanya di wilayah perkotaan, perkampungan, pasar, industri dan RSU. Sehingga saat ini dalam melaksanakan tugas, kita gunakan sistem pendekatan koordinasi dengan daerah tetangga,” jelasnya.

Jika Damkar Kabupaten Mojokerto tidak mampu melaksanakan pemadaman maka akan meminta bantuan ke daerah tetangga. Seperti Kota Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Pasuruan dan Surabaya. Sehingga menurutnya, semboyan ‘Pantang pulang sebelum padam walaupun nyawa taruhannya’ belum tepat dengan kondisi saat ini. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar