Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Hujan Semalam, Ratusan Hektar Lahan Tembakau di Jombang Rusak

Jombang (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jombang semalam menyisakan duka mendalam bagi petani tembakau. Pasalnya, lahan tembakau tersebut tergenang air dan terancam mati.

Ada lima kecamatan di Jombang yang selama ini menjadi sentra tembakau. Yakni, Kecamatan Ploso, Kabuh, Plandaan, Ngusikan, serta Kecamatan Kudu. Saat ini tembakau di kawasan utara Sungai Brantas tersebut berusia antara tiga hingga empat minggu.

“Kalau di desa kami luas lahan pertanian sekitar 40 hektar. Paling banyak ditanami tembakau. Sisanya ditanami semangka dan blewah (garbis). Semuanya tergenang air,” kata Kepala Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Bakhtiar Efendi, Senin (28/6/2021).

Bakhtiar mengungkapkan, usia tembakau di lahan pertanian Desa Bawangan antara 3 hingga 4 minggu. Namun ironis, sejak semalam hujan deras mengguyur. Sehingga tanaman tersebut terendam air. “Bisa dipastikan mati,” lanjutnya.

Dari peristiwa itu, kerugian petani juga sangat besar. Rinciannya, setiap hektar menghabiskan modal Rp 10 juta. Mulai bibit, pengobatan, hingga perawatan. “Kalau di Desa Bawangan ada 40 hektar, tinggal mengalikan Rp 10 juta. Itu kerugian petani,” ujar Kades Bakhtiar yang juga menanam tembakau 0,5 hektar ini.

Atas kondisi itu, Kades Bakhtiar berharap ada kepedulian dari Pemkab Jombang. Semisal mengucurkan bantuan benih dan sejenisnya. “Karena untuk tanam lagi sangat berat. Petani tak memiliki modal lagi,” ungkapnya.

Kades juga berharap pemerintah melakukan normalisasi Sungai Afvoer Bancang. Sungai tersebut melintasi sejumlah desa di Kecamatan Ploso hingga Kudu. Karena mengalami pendangkalan, air sungai sering meluap ke lahan pertanian warga.

“Kami berharap ada normalisasi Sungai Afvoer Bancang. Karena sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan. Air yang meluap kemudian menggenangi lahan tembakau,” kata Bakhtiar Efendi. [suf/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar