Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Hotel Milik Pemkab Jember Disebut Bagai Sarang Jin, Parlemen Sarankan Alih Fungsi

Siswono, dalam sidang paripurna Perubahan APBD Jember 2022, 24 September 2022.

Jember (beritajatim.com) – Pengembangan sektor pariwisata mendapat sorotan dari parlemen, dalam sidang paripurna pengesahan bersama Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di aula kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/9/2022).

Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB) DPRD Kabupaten Jember menyoroti kualitas hotel dan kolam renang Kebon Agung yang merupakan milik pemerintah daerah setempat. “Program bupati soal pariwisata menurut hemat kami sudah sangat luar biasa yang disampaikan kepada publik. Namun, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak mampu mewujudkannya,” kata Siswono, juru bicara fraksi.

“Sebagai contoh, mangkraknya bangunan hotel dan kolam renang Kebon Agung di Gebang, Kecamatan Patrang. Hidup segan mati tidak mau itu. Kalaupun bangunan itu mau direnovasi, hasilnya tidak akan pernah sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Rakyat takut, rakyat jijik mau datang ke bangunan bagai sarang jin itu,” kata Siswono.

Fraksi GIB meminta agar bangunan Kebon Agung dialihfungsikan peruntukannya ke yang lebih manfaat dan menghasilkan pendapatan. “Tentu, selain Hotel Kebon Agung, masih banyak lagi potensi parwisata di Kabupaten Jember yang tidak terurus dan mubazir,” kata Siswono.

“Kami berharap, persoalan parwisata ini segera diurai benang merahnya, dan harus berubah. Selain menjadi program parwisata, penataan terhadap sejumlah aset milik pemerintah daerah ini, harus segera ditertibkan,” kata Siswono.

Seburuk itukah Hotel Kebon Agung? Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026 disebutkan, Hotel Kebon Agung termasuk dalam daya tarik wisata buatan manusia. Pada masa pandemi Covid-19, hotel ini pernah dijadikan lokasi isolasi terpusat oleh Pemkab Jember.

Situs khusus perjalanan wisata tripadvisor.co.id menyebut Hotel dan Pemandian Kebon Agung sebagai ‘hotel kecil yang menyuguhkan daya tarik terbaik Jember ke kamar Anda. Kamar memiliki penyejuk udara, sehingga Anda dapat beristirahat dan menyegarkan diri dengan mudah’.

RPJMD Jember menyebutkan: pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Jember diarahkan pada peningkatan kualitas, pemasaran obyek pariwisata, kunjungan wisata, pelayanan pariwisata dan kelestarian obyek pariwisata. Pembangunan sarana dan prasarana destinasi wisata serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, diperlukan promosi yang baik melalui jejaring sosial dan media internet sehingga informasi tentang obyek wisata di Kabupaten Jember dapat dengan mudah diketahui.

Strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan meliputi:
a. Mengembangkan kawasan daya tarik wisata unggulan;
b. Mengembangkan agrowisata;
c. Meningkatkan kualitas perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya;
d. Mengembangkan industri pariwisata yang berdaya saing dan ramah lingkungan; dan
e. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar