Politik Pemerintahan

Jaringan Listrik Diputus

Hotel GDK Bojonegoro Nunggak Bayar Listrik Hingga Tiga Bulan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) di Kabupaten Bojonegoro nunggak bayar tagihan listrik selama tiga bulan. Sehingga jaringan listrik di hotel yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro itu diputus.

Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bojonegoro Choirul Hidajat Tri Widodo mengatakan, karena terjadi penunggakan pembayaran tagihan sehingga pihaknya melakukan pemutusan sementara jaringan listrik ke GDK hingga dibayarkan.

“Keterlambatan pembayaran sudah tiga bulan, yakni pemakaian bulan November 2020 untuk rekening pembayaran Desember hingga Januari 2021,” ujarnya, Rabu (27/1/2021).

Setelah adanya tunggakan pembayaran tersebut maka, kata dia, PLN berhak melakukan pemutusan jaringan. Kemudian, jika batas waktu pembayaran yang diberikan tidak dipenuhi maka selanjutnya bisa dilakukan pembongkaran jaringan.

Menurut Choirul, sebelum melakukan pemutusan pihaknya sudah beberapa kali melakukan konfirmasi secara langsung kepada pihak manajemen hotel. Salah satunya, menurut ceritanya, pihak manajemen hotel sebelumnya sudah menjanjikan akan dilakukan pembayaran pada 25 Desember 2020.

“Namun, sampai tanggal 28 Desember 2020 tidak ada pelunasan. Sampai pada tanggal 5 Januari 2021 kemudian kembali melakukan konfirmasi katanya akan dirapatkan lagi,” ceritanya.

Kemudian, pihak PLN pada 8 Januari 2021 melakukan rapat bersama dengan manajemen hotel namun tidak ditemukan titik temu. Hingga pada 12 Desember 2021 dilakukan pemutusan jaringan. “Nilai tunggakan untuk pemakaian November 2020 sekitar Rp 15 juta lebih,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bojonegoro Darmawan beberapa kali dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com tidak memberikan tanggapan. Baik melalui jaringan telepon seluler maupun pesan singkat. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar