Politik Pemerintahan

HM Sanusi ke PDIP, Gus Ali PKB: Hilang Satu Tumbuh Seribu

Malang (beritajatim.com) – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang, Ali Ahmad mengatakan, bergabungnya politisi senior PKB adalah kekuatan besar untuk merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Malang yang digelar pada 23 September 2020.

Usai konsolidasi internal di Kantor DPC PKB di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kepanjen, Kamis (5/3/2020) sore ini, Gus Ali sapaan akrabnya, mengaku inilah saatnya PKB bangkit bersama.

“Ini seluruh kader berkumpul. Bahkan kader PKB sejak 2004 siap mendukung. Kita bangkit bareng-bareng. Dan kami pastikan, seluruh kader PKB baik tingkat Anak Cabang, Cabang hingga Ranting semuanya satu suara, tidak ada yang mendukung petahana,” tegas Gus Ali yang juga menjabat Anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Ditanya posisi HM Sanusi selaku Bupati Malang petahana yang menyebrang ke PDIP, padahal sebelumnya menduduki kursi Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Gus Ali mengaku biasa saja. “Bolehlah kami dianggap kecolongan. Tapi mulai hari ini semua sudah clear. Sudah tidak masalah. Biasa-biasa saja. Yang pasti hilang satu tumbuh seribu,” paparnya.

Gus Ali menerangkan, kepindahan Sanusi ke PDIP sudah ia sampaikan secara langsung ke seluruh kiai PKB hingga kiai kampung. “Kami tidak menurunkan kiai hari ini, gak etis lah. Tapi persoalan ini sudah kita klarifikasi ke kiai-kiai, bahwa Sanusi sudah berpindah partai. Kronologi kepindahan Sanusi sudah kami sampaikan, bahwasannya DPP PKB sebenarnya akan merekom Sanusi,” urai Gus Ali.

Ia menambahkan, paket pertama yang jadi keputusan DPP PKB saat itu, rekom akan diberikan pada Sanusi dan Kholiq (Anggota DPRD Kabupaten Malang-red) Sementara paket kedua, Sanusi dengan dokter Umar (Ketua PCNU Kabupaten Malang-red).

“Hari ini seluruh kader PKB sudah bersatu. Kita bersama NU. Kita over stok soal calon yang nanti direkom DPP PKB. Hilang satu tumbuh seribu,” Gus Ali mengakhiri. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar