Politik Pemerintahan

Hendy Siswanto Tolak Stikerisasi Rumah Warga Miskin Penerima Bansos

Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati Jember, Jawa Timur, menolak penempelan stiker di rumah warga miskin penerima bantuan sosial dari pemerintah. Penempelan stiker tersebut berpotensi merendahkan martabat sang penerima bantuan.

“Begitu kami jadi (terpilih dalam pemilihan kepala daerah), stiker warna biru yang tertempel di pintu rumah saudara-saudara saya (warga miskin penerima bansos) akan saya cabut semua. Saya tidak bisa terima dengan kata ‘lansia’ dan ‘dhuafa’. Itu saudara saya semua di Jember,” kata Hendy.

Menurut Hendy, rumah penerima bansos tak perlu ditempeli stiker penanda. “Undang-undang sudah ada, dan mengatakan, kalau orang dhuafa tidak bisa bekerja, secara fisik tidak mungkin, sudah tua, tidak mampu, dan hidup sendiri, kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan makan dan penghidupan (yang layak). Tapi kalau untuk dhuafa yang punya peluang kerja, maka kami akan buka ruang pekerjaan itu,” katanya.

Hendy punya alasan untuk melepas semua stiker tersebut. “Yang jelas itu kalimat sarkasme yang diberikan kepada saudara-saudara saya. Kalau Anda bisa memberi orang lain, jangan Anda beri stiker seperti itu. Bayangkan, pagi hari dia keluar rumah, membuka pintu rumah, dia baca ‘lansia’ sama seperti mau mati, ‘dhuafa’ sama dengan melarat,” katanya.

Hendy mengatakan, penempelan stiker tersebut dikarenakan ada kekhawatiran pemberian bantuan sosial tak tepat sasaran. “Itu kan tujuan pemerintah daerah karena takut keliru memberi bantuan, dikasih stiker. Kenapa tidak dikasih stiker bergambar ‘Lamborghini’ saja? Apa bedanya? Biaya dan ongkos membuat stiker itu sama. Apa masalahnya? Kenapa tidak bergambar bunga (daripada keterangan ‘lansia’ dan ‘kaum dhuafa’),” katanya.

“Itu mempermalukan. Itu pelecehan. Jangan seperti itu. Siapapun jangan seperti itu. Kalau mampu memberi, jangan melabelisasi orang lain lansia dan miskin. Kualat,” kata Hendy.

Alih-alih menempelkan stiker, Hendy ingin mempersiapkan basis data kemiskinan dan mengecek kembali data yang sudah ada. “Setelah itu kita lakukan distribusi. Kalau di data base ada, tidak akan salah (memberikan bantuan). Kalau pun pakai stiker, ya saya kasih gambar bunga mawar,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar