Politik Pemerintahan

Hendy Siswanto akan Terbitkan Perbup Produk Lokal Jember

Bupati terpilih Hendy Siswanto (FOTO: Oryza A. Wirawan)

Jember (beritajatim.com) – Bupati terpilih Hendy Siswanto akan menerbitkan peraturan yang menguntungkan produk lokal milik usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, setelah resmi dilantik bersam wakil bupati terpilih Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Tidak ada kata lain untuk UMKM. Kami akan mengeluarkan peraturan bupati agar seluruh masyarakat Jember dan instansi wajib memakai produk lokal,” kata Hendy, dalam acara diskusi mengenai UMKM pada masa pandemi, di Auditorium Universitas Jember, Kabupaten Jember, Minggu (14/2/2021) sore. Semua instansi harus memajang produk-produk lokal di kantor masing-masing.

Hendy juga akan menulis surat untuk masyarakat Jember. “Harus cinta dan memakai produk lokal Jember,” katanya, mencontohkan perlunya gerakan ‘belanja di warung tetangga’ sebagaimana di Kampung Ledok, kampung halaman Hendy. Di sana ada satu grup WhatsApp beranggotakan 175 orang yang dikoordinasikan pengurus rukun tetangga dan rukun wilayah yang menjadi tempat promosi UMKM.

“Kalau ini 2,6 juta orang warga Jember bergerak semua, akan ada satu putaran ekonomi sangat cepat. Seluruh tetangga kita, kabupaten lain akan tertarik ke kita,” kata Hendy. Kolaborasi UMKM di Jember yang berjumlah 647 ribu unit usaha bisa dikolaborasikan untuk mengatasi kemiskinan.

Hendy menegaskan, pemerintah harus hadir menyelamatkan UMKM. “Pemerintah harus ada di garda depan bagi UMKM. Tahun 1998, saat terjadi problem di negeri ini, gara-gara UMKM, kita masih bisa berdiri. Tahun 2020, sekarang semua pasar besar hidup, UMKM jatuh, pemerintah yang harus menolong,” katanya.

Salah satunya adalah dengan membiayai pelatihan dan edukasi untuk mereka dengan mendatangkan ahli. “Tidak mungkin UMKM bayar sendiri mendatangakan ahli. Untuk apa? untuk eduksi biar kompetuitif,” kata Hendy.

Rencana Hendy ini didukung Sri Sulistyani, salah satu pelaku UMKM lokal. “Kami menggaungkan swapasar. atau pasar dalam Jember sendiri. Justru Indonesia ini pasar terbesar dunia. Jadi tidak usah berpikir ekspor. Kalau bisa rebut pasar dalam negeri itu keren. Mungkin bisa ada marketplace khusus Jember,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar