Politik Pemerintahan

Hendy-Firjaun Tolak Tambang Emas di Silo Jember

Hendy Siswanto dan Firjaun Barlaman di KPU Jember

Jember (beritajatim.com) – Pasangan calon Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman menolak penambangan emas di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka menekankan perlunya rencana detail tata ruang (RDTR) untuk membangun Jember.

“Apapun kondisinya, kalau kita punya perencanaan yang jelas insya Allah apa yang kita lakukan lebih bagus ke depan,” kata Hendy, menjawab pertanyaan calon bupati Faida dalam debat kandidat pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember putaran pertama di Studio JTV, Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam.

Debat mengambil tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah di Tengah Pandemi Covid 19”. Pemandunya adalah Agnes Santoso, jurnalis JTV.

Hendy ingin semaksimal mungkin kekayaan alam di Jember untuk masyarakat Jember. “Ini menjadi komitmen kami, dan kami tidak setuju tambang emas di Silo,” katanya.

Firjaun menekankan prinsip dalam Islam, yakni mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendapatkan kebaikan. “Tambang di Silo akan berdampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Karena itu kami akan menolak hal itu,” katanya. Jika terpilih memimpin Jember, Firjaun akan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Menanggapi pernyataan Hendy dan Firjaun, Faida mengatakan, pembangunan berdasarkan kebutuhan dan keinginan masyarakat. “Saya dan Bu Faida berkomitmen menolak tambang Silo. Harapan kami pasangan calon 02 dan 03 berbuat yang sama,” kata calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Firjaun menilai alternatif pasti ada. “Kami yakin akan ada alternatif lain. Cuma alternatif ini belum ketemu. Kami akan libatkan stakeholder yang ada untuk sama-sama memecahkan persoalan di daerah tersebut, khususnya di Silo. Tidak hanya sekadar melulu melalui penambangan emas di sana. Bisa dicarikan alternatif lain,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar