Politik Pemerintahan

Hendak Nyoblos Pilkades, Warga Sampang Babak Belur Dikeroyok Massa

Sampang (beritajatim.com) – Syafi (18) warga Dusun Berguh, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, babak belur menjadi korban pengeroyokan saat menuju TPS untuk mencoblos salah satu calon Kades.

Muhidin (45), saudara dari Mertua korban, mengaku, menantunya telah mengalami penganiayaan yakni dikroyok ketika ingin menyalurkan hak suaranya di TPS setempat.

“Tiba-tiba kerah baju menantu saya ditarik dari belakang oleh warga inisial K dan kemudian dikeroyok warga lainnya hingga mengalami luka memar di bagian pelipis mata kanannya. Sekarang ini di bawa ke rumah sakit sampang,” terangnya, Kamis (21/11/2019).

Dirinya tidak mengetahui pasti penyebab pengroyokan tersebut hanya saja mungkin menantunya yang berasal dari Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang itu, dikira tidak masuk sebagai daftar pemilih sah di Desa Taddan.

“Tadi menantu saya pegang surat undangan, tapi setelah di jemput, surat undangannya hilang,” akunya.

Sementara Kapolsek Camplong, Iptu Tomo membenarkan peristiwa tersebut, namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebabnya. “Memang benar, tadi juga diamankan anak kecil yang mau nyoblos. Dan tadi kami sedang memantau di daerah Batukarang, Camplong, sehingga untuk penyebabnya kami belum mengetahui pasti. Kami juga belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Ketua P2KD Taddan, Anang Zaini Efendi saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan di pintu masuk TPS. Namun keributan tersebut diduga hanya kesalahpahaman saja karena warga saling merangsek masuk ke pintu TPS.

“Panitia semua ada di dalam, belum tahu persis penyebabnya,” kata Anang.

Ditanya soal surat undangan korban yang hilang, Zaini memastikan surat undangan tersebut ada dan diberikan kembali kepada yang bersangkutan untuk menunaikan haknya sebagai pemilih.

“Undangannya ada, dan diberikan kembali kepada pemiliknya agar yang bersangkutan menyalurkan hak pilihnya,” tandasnya.

Sekadar diketahui, di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, terdapat dua kandidat yakni untuk Cakades nomor urut 01 Siti Romlah dan nomor urut 02 H Slamet.[sar]

Sampang (beritajatim.com) – Syafi (18) warga Dusun Berguh, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, babak belur menjadi korban pengeroyokan saat menujut TPS untuk mencoblos salah satu calon Kades.

Muhidin (45), saudara dari Mertua korban, mengaku, menantunya telah mengalami penganiayaan yakni dikroyok ketika ingin menyalurkan hak suaranya di TPS setempat.

“Tiba-tiba kerah baju menantu saya ditarik dari belakang oleh warga inisial K dan kemudian dikeroyok warga lainnya hingga mengalami luka memar di bagian pelipis mata kanannya. Sekarang ini di bawa ke rumah sakit sampang,” terangnya, Kamis (21/11/2019).

Dirinya tidak mengetahui pasti penyebab pengroyokan tersebut hanya saja mungkin menantunya yang berasal dari Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang itu, dikira tidak masuk sebagai daftar pemilih sah di Desa Taddan.

“Tadi menantu saya pegang surat undangan, tapi setelah di jemput, surat undangannya hilang,” akunya.

Sementara Kapolsek Camplong, Iptu Tomo membenarkan peristiwa tersebut, namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebabnya. “Memang benar, tadi juga diamankan anak kecil yang mau nyoblos. Dan tadi kami sedang memantau di daerah Batukarang, Camplong, sehingga untuk penyebabnya kami belum mengetahui pasti. Kami juga belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Ketua P2KD Taddan, Anang Zaini Efendi saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan di pintu masuk TPS. Namun keributan tersebut diduga hanya kesalahpahaman saja karena warga saling merangsek masuk ke pintu TPS.

“Panitia semua ada di dalam, belum tahu persis penyebabnya,” kata Anang.

Ditanya soal surat undangan korban yang hilang, Zaini memastikan surat undangan tersebut ada dan diberikan kembali kepada yang bersangkutan untuk menunaikan haknya sebagai pemilih.

“Undangannya ada, dan diberikan kembali kepada pemiliknya agar yang bersangkutan menyalurkan hak pilihnya,” tandasnya.

Sekadar diketahui, di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, terdapat dua kandidat yakni untuk Cakades nomor urut 01 Siti Romlah dan nomor urut 02 H Slamet.[sar/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar