Politik Pemerintahan

Heboh Salah Ketik Keputusan Bupati Jember Bukan Sekali Ini Saja

Bupati Faida [Foto/Humas Jember]

Jember (beritajatim.com) – Salah ketik keputusan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memantik kehebohan bukan sekali ini saja terjadi pada masa Bupati Faida. Setidaknya ada dua kejadian salah ketik yang menghebohkan pada 2017.

Pertama, adalah salah ketik surat keputusan pengangkatan pejabat. Saat itu, ada pejabat yang sudah meninggal dunia namun masih diangkat menjadi pejabat. Ada pula pejabat yang diangkat menjadi kepala pada seksi organisasi yang masih diduduki pejabat lama yang belum dimutasi. Akhirnya sang pejabat baru itu dipindah menjadi kepala bidang pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang sama.

Hal ini terungkap dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Perubahan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2017 antara Badan Anggaran DPRD Jember dan Tim Anggaran, di gedung parlemen, Kamis (31/8/2017).

Kesalahan ketik berikutnya terkait anggaran dana hibah untuk Masjid Jamik Baitul Amin dalam buku Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan APBD Kabupaten Jember 2017 sebesar Rp 29 miliar. Dana hibah itu tidak tercatat dalam buku Plafon Perubahan Anggaran Sementara (PPAS) yang merupakan turunan RKPD.

Jumlah hibah itu juga dinilai terlalu besar untuk bisa diserap dalam jangka waktu hanya beberapa bulan menjelang berakhirnya tahun anggaran. Belakangan dalam rapat Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten, di gedung parlemen, Kamis (31/8/2017), terungkap, bahwa ada kesalahan ketik.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jember Sugiarto Abdul Gani mengaku sudah mengklarifikasi kepada Dinas Cipta Karya. “Ada kesalahan ketik. Jadi sebetulnya anggaran untuk seluruh (masjid) Kabupaten Jember. Ada salah ketik yang meng-entry,” katanya saat itu. Rp 29 miliar itu ternyata untuk membenahi 1.240 musala dan 496 masjid.

Tiga tahun kemudian, kesalahan ketika terjadi pada surat keputusan kenaikan pangkat pegawai negeri sipil. Mereka yang mengeluhkan kesalahan ketik SK itu adalah bagian dari ribuan PNS yang mendapatkan SK kenaikan pangkat dari Bupati Faida, Senin (3/8/2020). Kesalahan ketik ini beragam. Salah satunya pangkat yang justru turun dibandingkan SK sebelumnya, atau kenaikan pangkat tak sesuai ketentuan.

Faida menyerahkan surat keputusan kenaikan pangkat untuk 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha. Ada 924 guru, 27 tenaga medis puskesmas, 589 sumber daya manusia organisasi perangkat daerah (OPD), dan 84 ASN di kecamatan yang menerima SK.

“Kekeliruan SK kalau memang ada selalu kita umumkan. Namanya juga pekerjaan administratif. Bisa jadi ada salah ketik, salah nama, salah ini. Saya kira bisa dilayani dan diperbaiki,” kata Bupati Faida kepada wartawan, Rabu (t5/8/2020).

Hal ini juga ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono. “Itu masalah administrasi, ya wajar ada kesalahan ketik. Yang ada kesalahan segera direvisi. Langsung. Kalau ada kesalahan ketik nama, NIP (Nomor Induk Pegawai), segera dilaporkan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Gatot, kemungkinan adanya faktor kesalahan manusiawi bisa terjadi. “Tapi tidak banyak kok. Tidak mempengaruhi apa-apa, diperbaiki, selesai,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar