Politik Pemerintahan

Head To Head Calon Wakil Bupati Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Debat publik putaran kedua Pilkada Banyuwangi akan mengangkat tema pengembangan SDM dan penyelesaian persoalan daerah. Beda pada debat pertama, kali ini menghadirkan calon wakil bupati Banyuwangi nomor urut 1, M. Riza Aziziy dan nomor urut 2, Sugirah.

Sebagaimana diketahui bersama, kedua cawabup Banyuwangi ini memiliki background berbeda. Gus Riza panggilan akrab KH. M. Riza Aziziy memang berlatar dari kalangan pondok pesantren. Sementara lawannya, Sugirah adalah warga, politisi sekaligus mantan anggota dewan yang terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Gus Riza terakhir berkecimpung di dunia pendidikan, sekaligus pengasuh salah satu pondok pesantren. Termasuk pernah mencalonkan sebagai anggota dewan dari Partai PKB.

Sementara Sugirah merupakan petani, dosen, sekaligus anggota DPRD Banyuwangi dua periode. Termasuk bendahara Partai PDIP Banyuwangi.

Sekelumit tentang Visi Misi dari kedua cawabup Banyuwangi. Gus Riza menyampaikan akan memulai dengan perbaikan akhlak. Menurutnya, menyempurnakan akhlak yang mulia akan menjadi hal yang penting.

“Memimpin keluarga dengan akhlak yang mulia, apalagi menyempurnakan 1,7 juta penduduk Banyuwangi. Akhlak menjadi awal untuk pengembangan SDM ke depan,” katanya.

Pasangan dari Calon Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko ini juga menyebut tentang kemandirian masyarakat. Menurutnya, selama 10 tahun kepemimpinan di Bumi Blambangan belum ada keadilan.

“Contohnya, tentang political budget. Saat ini fokus pariwisata, tapi belum menyentuh ke petani. Ke depan jika kami terpilih, rencana akan memberikan 100 juta per dusun. Ini adalah keadilan memberikan anggaran masyarakat paling kecil di Banyuwangi,” terangnya.

Sedangkan Sugirah menyampaikan tentang pencapaian Banyuwangi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus ditindaklanjuti secara berkesinambungan maju, sejahtera dan berkah.

Ia juga menyebut adanya tiga tantangan utama untuk Banyuwangi ke depan. Di Antara, ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik.

“Soal ekonomi 10 ribu lapangan kerja, pendidikan akan mengadakan akses pendidikan, kesehatan. Sementara pelayanan publik ini harus cepat, akan memaksimalkan program jemput bola, membuka perijinan ke desa dan akan ngantor dua kali di desa untuk mengetahui lebih dekat persoalan yang ada di desa,”

“Termasuk, kami akan membangun pelayanan publik di 5 zona. Saya Sugirah lahir dari seorang petani, sehingga kami mengajak teman petani, masyarakat mari berjuang bersama dalam rangka membangun Banyuwangi lebih baik, sejahtera dan berkah,” pungkasnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar