Politik Pemerintahan

Hasto Ungkap Kegagalan Oke-Oce di DKI Jakarta

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menilai, gagasan yang disampaikan KH Ma’ruf Amin dalam debat cawapres menguatkan visi misi Jokowi. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang beragam gagasannya dinilai tidak sinergis dengan visi misi Prabowo Subianto.

“Visi misi KH Ma’ruf Amin terbukti menyatu dengan Jokowi. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang praktis gagal diterapkan, yakni Oke-Oce,” ujar Hasto.

Ia menegaskan, visi misi cawapres tidak boleh berjalan sendiri. Hasto menjelaskan, visi dan misi yang dipaparkan KH Ma’ruf Amin dalam debat cawapres, terbukti menyatu dengan progam-program yang dijalankan oleh Jokowi-JK saat ini.

Hasto yang juga menjabat sebagai Sekjen PDIP ini mengingatkan kepada semua masyarakat, bahwa Indonesia tidak boleh memiliki wakil presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan visi-misi presiden.

“Konsistensi KH Ma’ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi, telah memberikan sentuhan Islami yang sangat pas ditampilkan. Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artificial yang dibungkus oleh pakaian mahal,” tegas Hasto.

Sebaliknya, ucapan Sandi yang kerap mengkritik program yang sudah dikerjakan Jokowi terkesan asal kritik. Seperti kritiknya terhadap BPJS Kesehatan, tidak juga memberikan solusi konkret.

Terkait ide Sandi untuk menjual program Oke-Oce untuk digunakan di Indonesia, Hasto menilai, program tersebut adalah program usang yang tidak mengalami perubahan signifikan.

“Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni Oke-Oce,” ungkap Hasto.

“Data menunjukkan, dari target Oke-Oce sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2,5 persen dan hanya 150 orang yang dapat modal. Ini adalah cerminan gagalnya program Oke-Oce yang ditawarkan Sandiaga,” jelas Hasto.

Senada dengan Hasto, Juru Bicara TKN 01, Ace Hasan Syadzil menyatakan, bahwa gagasan yang disampaikan Sandiaga tak ada hal yang baru. Pada sektor pendidikan, konsep link and match yang diinginkan Sandiaga sedang dilakukan Jokowi-JK.

“(Berbeda dengan) Ma’ruf Amin yang akan menyatukan koordinasi lembaga riset dengan membentuk Badan Riset Nasional, merupakan langkah jitu guna memaksimalkan penelitian dan pengembangan di Indonesia,” ujar Ace.

Sementara itu, Jubir TKN lainnya, Irma Suryani Chaniago menilai, absurd wacana Sandi untuk menghapus ujian nasional (UN). Menurut dia, menghapus UN hanya akan menambah persoalan baru di dalam dunia pendidikan.

“Bandingkan dengan apa yang dipaparkan Pak Ma’ruf bahwa pemerintah akan sediakan beasiswa hingga pendidikan tinggi, sehingga setiap anak Indonesia bisa menggantungkan cita-citanya setinggi langit tanpa khawatir dengan mahalnya biaya pendidikan,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar