Politik Pemerintahan

Hasto: Sekolah Partai Sudah Sejak 2015, Tidak Ujug-ujug Hanya Tahun 2020

Jakarta (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pelaksanaan sekolah calon kepala daerah (Cakada) gelombang II menuju Pilkada Serentak 2020, adalah bagian dari sistem kaderisasi yang dibangun oleh partai itu demi menghasilkan calon pemimpin terbaik ke masyarakat.

Hal itu ditegaskan Hasto karena pihaknya mendapat informasi soal sejumlah pihak berusaha mengisukan seakan sekolah cakada PDIP adalah pengalihan isu politik dinasti. Padahal, kata Hasto, sekolah cakada merupakan satu dari sekian sekolah yang diselenggarakan partai itu.

“Sebab oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kita diingatkan bahwa Pemilukada bukanlah sekedar kontestasi demokrasi. Tetapi Pemilukada menunjukkan tanggung jawab PDI Perjuangan bagi rakyat bangsa dan negara,” kata Hasto saat memberikan pidato pembukaan sekolah cakada gelombang II, secara daring, Selasa (26/8/2020).

Karena itulah, lanjut Hasto, sekolah partai ini dipersiapkan dengan khusus. Di luar sekolah cakada, PDIP juga melaksanakan sekolah para calon anggota legislatif, sekolah calon pimpinan partai, sekolah sekretaris partai, hingga sekolah bendahara partai. “Dan ini kami lakukan sejak tahun 2015,” tegas Hasto.

Baginya, hal ini menunjukkan komitmen PDIP yang menempatkan proses kaderisasi kepemimpinan sebagai proses yang sistemik. “Karena itulah dengan bangga PDIP mempersiapkan seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk benar-benar memahami aspek kepemimpinan yang mumpuni sebagaimana instruksi Ketua Umum,” pungkas Hasto.

Untuk diketahui, di Sekolah Cakada Gelombang II, ada 94 calon kepala daerah yang menjadi peserta. Termasuk calon Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Para peserta akan menjalani sekolah tersebut selama lima hari penuh. Setiap hari, acara dilaksanakan mulai 08.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Akan ada juga sesi senam pagi yang dimulai pukul 05.30 WIB. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar