Politik Pemerintahan

Hasil Swab Negatif, 3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Petahana Pungkasiadi saat menjani uji swab di RSU Dr Soetomo Kota Surabaya, Senin (7/9/2020) kemarin. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto mengumumkan ada dua calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jawa Timur positif Covid-19. Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto dipastikan negatif dari hasil swab yang diterima KPU Kabupaten Mojokerto.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori mengatakan, hasil uji swab terhadap seluruh calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto dinyatakan negatif. “Mojokerto aman. Semalam saya mendapatkan informasinya sekitar jam 12 malam kemudian dilanjutkan menyampaikan ke masing-masing paslon,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020).

Masih kata Muslim, KPU Kabupaten Mojokerto langsung menindaklanjuti dengan mengirim surat pemberitahuan ke masing-masing calon pasangan untuk mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan. Tahapan pemeriksaan kesehatan sendiri dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Kota Surabaya tanggal 8-9 September 2020.

“Surat pemberitahuan tersebut disampaikan ke masing-masing LO paslon. Hari ini, ketiga paslon menjalani pemeriksaan kesehatan di RSU Dr Soetomo Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif membenarkan, hasil swab terhadap tiga¬† pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto diterima KPU Kabupaten Mojokerto pada, Senin (7/9/2020) malam. “Semalam, tengah malam. Jam 2-3 an (dini hari), kita sampaikan ke masing-masing LO paslon,” ujarnya.

Masih kata Divisi Teknis ini, surat pemberitahuan untuk melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan. Ini lantaran, dari ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tidak ada yang positif Covid-19. Sehingga ketiga calon pasangan bisa melanjutkan ke tahapan pemeriksaan kesehatan.

“Karena tidak ada yang positif, sehingga hari ini bisa melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan. Untuk urutan siapa yang dulu melakukan pemeriksaan kesehatan, bukan kewenangan kami tapi RSU Dr Soetomo. KPU hanya memastikan ketiga paslon hadir dan masuk untuk melakukan kesehatan,” tuturnya.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif. [Foto: misti/bj.com]
Arif menambahkan, pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di RSU Dr Soetomo Kota Surabaya mulai pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan psikologi dari ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto dan untuk selanjutnya ketiga calon tersebut diminta untuk puasa.

“Karena besok ada pemeriksaan jasmani, rohani dan narkotika. Untuk hasil pemeriksaan kesehatan hari ini akan diumumkan secara keseluruhan pada tanggal 11 September, tidak ada yang membuat hasil pemeriksaan kesehatan calon tidak bisa mengikuti pemeriksaan untuk besok seperti hasil swab ini,” jelasnya.

Jika saat uji swab, salah satu pasangan calon dinyatakan terpapar Covid-19 maka calon pasangan tersebut diminta untuk isolasi mandiri sampai hasil swab negatif dan tidak bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ini berbeda dengan hasil pemeriksaan kesehatan, lanjut Arif, apapun hasil maka pasangan calon masih bisa mengikuti pemeriksaan jasmani, rohani dan narkotika.

“Pemeriksaan kesehatan banyak, mulai dari psikologi tapi hasilnya tidak membuat tahapan selanjutnya yang diikuti paslon berhenti seperti uji swab. Jadi mereka masih bisa mengikuti pemeriksaan jasmani, rohani dan narkotika besok, apapun hasilnya karena hasil pemeriksaan kesehatan akan disampaikan secara keseluruhan tanggal 11 September besok,” tegasnya.

Ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang mendaftar di KPU Kabupaten Mojokerto yakni pasangan Yoko Priyono-Choirunnisa (YONI) yang diusung dua partai politik (parpol). Yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan jumlah lima kursi di parlemen dan Partai Golkar dengan enam kursi. Total ada 11 kursi.

Pasangan kedua yakni Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Bara (Ikbar). Ikbar diusung enam parpol yakni Partai NasDem dengan tiga kursi, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan dua kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan dua kursi, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) dengan empat kursi.

Partai Gerindra dengan tiga kursi dan Partai Demokrat dengan lima kursi sehingga total ada 19 kursi. Pasangan ketiga yakni pasangan petahana Pungkasiadi-Titik Masudah yang diusung tiga partai. Partai Kebangkitan Bangsa (PKS) dengan sembilan kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) dengan 10 kursi dan Partai Bulan Bintang dengan satu kursi.

Sehingga total ada 20 kursi di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto. Mas Pung-Mbak Titik juga didukung empat partai non parlemen yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar