Politik Pemerintahan

Pilkada Malang 2020

Hasil Survei Charta Politika: SANDI Unggul 44 Persen, LADUB 35 Persen

Malang (beritajatim.com) – Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat Kabupaten Malang menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Pengumpulan data survey dilakukan sejak 11 – 15 November 2020 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Sementara jumlah sampel sebanyak 800 responden yang tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (3,46%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik. Pertama, pada sisi pengenalan calon Bupati, HM Sanusi dan Lathifah Shohib memiliki tingkat pengenalan tertinggi. Kepopuleran keduanya sudah berada di atas 80 persen. Sementara tingkat pengenalan terhadap Heri Cahyono masih berada di bawah 60 persen. Angka tersebut berada di bawah pengenalan terhadap Didik Gatot Subroto ataupun Didik Budi Muljono.

Temuan menarik Kedua yakni, secara perorangan, Sanusi sebagai Calon Bupati dan Didik Gatot Subroto sebagai Calon Wakil Bupati mendapatkan elektabilitas tertinggi.

Pada pertanyaan elektabilitas pasangan, atau temuan Ketiga, pasangan SANDI atau Sanusi – Didik Gatot Subroto (44,5%) mengungguli pasangan LADUB atau Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (35,4%). Sedangkan elektabilitas Heri Cahyono – Gunadi Handoko (11,0%) masih berada di bawah kedua pasangan calon lainnya. Sementara itu terdapat (9,1%) responden yang menyatakan Tidak Tahu/Tidak Jawab.

Keempat, awareness publik mengenai Pilkada 9 Desember 2020 mendatang sudah tergolong merata di Kabupaten Malang (92,5%). Selain itu, antusiasme untuk ikut serta dalam Pilkada juga tergolong tinggi (86,8%).

Kelima, tingkat kemantapan pilihan terhadap pasangan calon Bupati – Wakil Bupati Malang sudah cukup tinggi, sebanyak 64,9% menyatakan sudah mantap. Sementara sebanyak 26,1% menyatakan masih mungkin berubah dan 9,0% menyatakan Tidak Tahu/Tidak Jawab.

Menanggapi Survei Charta Politika Indonesia, Anas Muttaqin selaku Juru Bicara Paslon nomer urut 2 LADUB mengaku biasa saja. Tim LADUB juga tidak akan terpengaruh akan hasil survey tersebut. “Ya gak apa-apa sih kalau memang ada survei yang keluar. Tinggal kita lihat saja tujuannya apa. Kami juga punya survei tersendiri kok,” tegas Anas, Senin (7/12/2020).

Anas mengaku sejauh ini sudah melakukan komunikasi secara internal dengan tim untuk membahas hasil survey. Terpisah, Tim Pemenangan Paslon nomer urut 1 SANDI, Abdul Holik menegaskan, kondisi internal SANDI untuk mengawal proses jalannya tahapan Pilkada hingga waktu pencoblosan dan penghitungan suara nanti, sudah sangat solid. Sejumlah relawan SANDI dan para saksi hingga tingkat desa, sejauh ini dalam kondisi baik. Mereka diminta untuk mewaspadai sejumlah aktifitas money politics dan bekerjasama dengan tim Satgas Money Politics baik Kepolisian dan Tim Hukum SANDI serta BBHAR PDI Perjuangan.

“Patokan kami tetap pada hasil penghitungan suara nanti di KPU. Kalaupun hasil survey SANDI unggul, akan kami jadikan pelecut agar tim terus solid bekerja hingga tahapan Pilkada selesai,” pungkasnya. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar