Politik Pemerintahan

Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara DPRD Kota Mojokerto Berpotensi Munculnya Gugatan

Mojokerto (beritajatim.com) – Hasil rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto berpotensi munculnya gugatan. Ini lantaran ada selisih suara tipis antar calon dalam satu partai politik (parpol).

Yakni dua calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) I Magersari, Sunarto dan Nunuk Suryani yang hanya selisih 2 suara. Sunarto mendapat suara 1.275 dan Nunuk Suryani mendapat 1.273 suara.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto, Sukrisno Adi mengatakan, hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Kota Mojokerto, Senin (29/4/2019) diakui memang berpotensi muncul gugatan. “KPU memberi batasan waktu 3 hari untuk melakukan gugatan,” ungkapnya, Selasa (30/4/2019).

Masih kata Sukisno, permohonan gugatan paling lama diajukan 3×24 jam sejak penetapan perolehan suara hasil pemilu DPR, DPD dan DPRD secara nasional oleh KPU. Dalam aturannya harus dilakukan oleh peserta partai politik (parpol) bukan perseorangan.

“Sehingga dalam kasus tersebut semua tergantung dari parpol pusat. Kami berharap, polemik caleg di PDI Perjuangan bisa diselesaikan di internal parpol. Kalau memang tidak selesai, ya bisa diajukan gugatan,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi protes salah satu calon legislatif (caleg) Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto terjadi saat rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto di salah satu hotel di Kota Mojokerto.

Aksi protes dilakukan saksi salah satu caleg saat penghitungan suara untuk DPRD Kota Mojokerto Daerah Pemilihan (Dapil) I Magersari. Saksi caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Mojokerto, Nunuk Suryani memprotes perolehan suara di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tiga TPS tersebut di wilayah Kelurahan Magersari dan Kelurahan Wates yakni TPS 06, 09 dan 11. Di tiga TPS tersebut, suara Nunuk Suryani memperoleh satu suara. KPU Kota Mojokerto membuka plano sehingga menjadikan selisih dua suara dengan Caleg PDIP yang lain, Sunarto yang mendapatkan 1.275 suara.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar