Politik Pemerintahan

Hasil Coklit KPU Ponorogo, Sebanyak 53.094 Dinyatakan TMS

Ketua KPU Ponorogo Munajat (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pencocokan dan penelitian (coklit) sudah dilakukan KPU Ponorogo mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus lalu. Ada 796.784 data yang dicoklit oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Setelah melakukan coklit dengan turun ke masyarakat langsung, petugas menemukan sejumlah data calon pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Jumlah yang TMS ini mencapai 53.094.

Ketua KPU Ponorogo Munajat menyebut data yang dinyatakan TMS ini, disebabkan karena meninggal dunia, anggota Polri dan TNI. Selain jumlah data yang TMS, dalam coklit itu juga diketahui bahwa ada 18.287 tambahan calon pemilih baru. Mengapa dikatakan pemilih baru? sebab maksimal per 9 Desember mendatang, mereka sudah berusia 17 tahun. Sehingga sudah berhak menyalurkan hak pilihnya.

“Jadi ada tambahan pemilih baru sebanyak 18.287 orang. Karena usia mereka sampai hari H pencoblosan sudah 17 tahun,” kata Munajat, Rabu (15/9/2020).

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, KPU Ponorogo melakukan rapat pleno mengenai daftar pemilih sementara (DPS). Hasil sementara, ada 761.977 calon pemilih di Pilkada tahun ini. Dengan rincian, 374.571 calon pemilih laki-laki, dan 387.446 calon pemilih perempuan. DPS 761.977 ini sudah termasuk pemilih pemula tadi. Jumlah DPS ini, bisa berubah sebelum ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

“DPS ini ditetapkan dari hasil coklit. Hasilnya masih bisa berubah karena bersifat sementara,” katanya.

Kemudian setelah DPS ditetapkan, KPU Ponorogo akan melakukan uji publik. Supaya masyarakat dapat memberi masukan atau tanggapan. Munajat meminta masyarakat untuk mengecek namanya, apakah sudah ada dalam DPS tersebut.

“Masyarakat bisa mengeceknya, data DPS ini akan kami umumkan di desa atau kelurahan di Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar