Politik Pemerintahan

Hashtag ‘Kulo Mboten Tego’ Viral, Wali Kota Mojokerto Ikut Donasi

Wali Kota Mojokerto bertemu langsung dengan komunitas Ngaji Ngopi di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Seminggu terakhir kata-kata ‘Kulo Mboten Tego’ viral di sejumlah plaftform media sosial. Istilah ini berawal dari ungkapan isi hati Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang merasa tidak tega dengan pelaksanaan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dirasa akan memberatkan masyarakat.

Terutama, bagi mereka yang menggantungkan hidup sehari-hari dari berdagang. Viralnya istilah ‘Kulo Mboten Tego’ yang dilontarkan Ning Ita (sapaan akrab, red), ternyata banyak menginspirasi sejumlah komunitas di Kota Mojokerto untuk ikut bergerak menggalang solidaritas dalam membantu warga terdampak Covid-19.

Salah satunya yakni Komunitas Ngaji Ngopi yang digawangi Chariris dan Gus Iful. Dua warga asli Kota Mojokerto ini membuka donasi dengan cara menjual kaos oblong bertuliskan ucapan Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, #Kulo Mboten Tego. Kaos yang dibandrol Rp95 ribu per pcs tersebut, hasil keuntungannya akan di sumbangkan kepada warga Kota Mojokerto.

Yakni mereka yang terimbas langsung kebijakan PPKM darurat hingga PPKM Level 3 dan 4. Senada juga dilakukan komunitas ‘Project Anget’ yang merupakan kumpulan para pelaku industri kreatif anak muda Kota Mojokerto. Diantaranya,
Fotografer, Videografer, anak band, konten kreator, Event Organizer, seniman, pelaku wisata dan masih banyak lagi.

Koordinator Komunitas Project Anget, Untung Sitanggang mengatakan, di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak dari para pelaku industri kreatif terdampak dan tidak bisa melakukan kegiatan dikarenakan aturan dari pemerintah. “Dan akhirnya timbul ide untuk berbagi dengan orang-orang yang sebasib meskipun kita sendiri para pelaku industri kreatif juga terdampak,” ungkapnya, Minggu (25/7/2021).

Untung menyebut, kegiatan Project Anget yakni membagikan makanan ke warga yang isolasi mandiri (isoman) khususnya wilayah Kota Mojokerto dan membagi sembako kepada orang-orang yang terdampak atau tidak bisa kerja. Pemuda Batak yang berdomisili di Kota Mojokerto ini menambahkan, donasi pertama kali merupakan hasil kolektifan sesama anggota kemudian menyebar pamflet di sosial media.

“Dan tiap hari dilakukan update pemasukan dan pengeluaran di akun IG @projectanget. Sasarannya kita targetkan warga yang tidak tercover bantuan dari pemerintah. Donasi ada yamg berupa barang sembako, oxygen kaleng, vitamin dan untuk uang sampai hari ini terkumpul Rp17 juta. Dan kita juga meminjamkan tabung oksigen 1 meter gratis beserta isinya karena di anggota kami ada yang memiliki tabung oksigen 1 buah,” pungkasnya.

Selain dua komunitas tersebut diatas, ada juga dapur umum yang dibuka oleh komunitas kuliner di Gedongan Gang II yang dilakukan Vihara Budhayana yang dipimpin oleh Bhante Nyanasila bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa. Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto sempat mengunjungi dapur umum pada, Senin (19/7/2021) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memberi apresiasi luar biasa terhadap para komunitas peduli Covid-19 Kota Mojokerto. Bahkan Petinggi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, rela merogoh kocek pribadinya untuk ikut memberi sumbangan kepada warga terdampak Covid-19.

Didampingi suami Supriyadi Karima Saiful, Ning Ita bertemu langsung dengan komunitas Ngaji Ngopi di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Sabtu (24/7/2021) malam. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita dan suami menyerahkan uang tunai senilai Rp10 juta rupiah untuk pembelian kaos sebagai bentuk dukungan kepada gerakan #kulombotentego.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian dan solidaritas komunitas – komunitas ini dalam membantu masyarakat. Dan saya berharap agar gerakan-gerakan semacam ini dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat, untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto mengisi celah-celah penanganan Covid-19,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar