Politik Pemerintahan

Harlah NU, Kesempatan Muncul Kader sebagai Figur Milenial

Lia Istifhama bersama pengurus PKB Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Milad NU ke-94, kalangan Nahdliyin diajak untuk kembali mengingat sejarah berdirinya NU. Hal itu diungkapkan oleh tokoh NU, Lia Istifhama.

“Melalui milad NU ke-94 ini, kita diingatkan kembali tentang rentetan sejarah histori berdirinya NU. Termasuk sejarah perjuangan NU yang turut memerdekakan negeri Indonesia ini. Kita seperti diajak flashback mengingat resolusi jihad,” kata Lia, Jumat (31/1/2020).

“Ini penting, lho. Karena resolusi yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut, menjadi spirit perjuangan. Tentang keberanian dan ketangguhan untuk melawan yang salah, yaitu penjajah. Nah, bisa kebayang gak kalau sekarang bermunculan generasi-generasi yang bisa meneladani ketangguhan itu,” tambahnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini lebih lanjut juga mengajak para anak-cucu NU untuk membesarkan organisasi dengan karya. “Maksud saya adalah. Kita ini, yang anak cucu keluarga nahdliyin, harus berani tampil ke depan. Harus yakin dan optimis membesarkan NU melalui karya-karya kita,” tegas Lia.

“Jangan sampai kita yang merupakan kader NU, berpikir harus kaya baru bisa berkarya. Kalau para pendahulu NU bisa membuat karya besar, yaitu kemerdekaan RI, maka kita sebagai para cicitnya juga bisa kok melakukan meneladani itu, yang penting kan niat membangun kemaslahatan”, ujar mantan Putri NU 2005 ini lebih lanjut.

Harlah ke-94 ini, menurut Lia juga sangat spesial. Karena, Ia beranggapan jika angka 94 adalah angka bagus. “Angka 94 merupakan angka yang bagus, lho. Generasi milenial adalah yang terlahir pada kurun waktu 1977-1994. Nah, cocok kan. Kalau yang lahir sebagai generasi millenial, memiliki spirit tinggi untuk menjadi figur pemimpin. Pemimpin itu syubbanul yaum rijalul ghod. Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Jadi, ayo kader NU yang sekarang pemuda, pemudi, alias millenial, harus berani tampil ke depan. Kuncinya ucapkan Bismillah, niat ingsun nggedekno NU,” pungkas putri mantan komandan Banser Jatim, KH Masykur Hasyim. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar