Politik Pemerintahan

Harlah NU ke-98, GP Ansor Ponorogo Ziarah ke Makam Muassis

Anggota GP Ansor Ponorogo saat berziarah ke makam Muassis NU Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Ponorogo melakukan ziarah ke beberapa makam muassis NU dan bersilaturahmi ke kepada sesepuh NU dan pemimpin di daerah masing-masing. Hal itu dilakukan dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-98.
Selain itu juga untuk menyesuaikan tema harlah, Menyongsong Satu Abad, Meneladani Mu’assis Menuju Kemandirian NU.

“Rihlah ziarah muassis NU ini sebagai spirit refresh untuk khidmad Ansor, sebagai pelayan NU,” kata Ketua GP Ansor Cabang Ponorogo Syamsul Ma’arif, Selasa (2/3/2021).

Gus Syamsul panggilan akrabnya mengungkapkan refresh spirit Ansor ini, salah satunya dengan ziarah muassis NU yang sudah meninggal. Kegiatan itu juga sesuai dengan tuntunan para pendahulu NU. Selain itu, juga diadakan silaturahmi kepada sesepuh NU di bumi reyog.

“Ini dilakukan di seluruh Ponorogo. Intinya dalam bulan Rajab ini, seluruh struktur kita gerakan untuk Rihlah yang berisi ziarah kepada Mu’assis NU setempat. Kemudian silaturahmi ke tokoh NU dan silaturahmi dengan lintas sektoral. Misalnya kalau diranting bisa ke lurahnya atau kepala desanya,” paparnya.

Untuk di GP Ansor cabang sendiri, saat ini masih berkoordinasi untuk bisa bersilaturahmi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Dalam rihlahnya, pertama kali berziarah di makam Mbah Kiai Ibrahim (Tandfidiyah NU pertama di Ponorogo). Kemudian melanjutkan ke tokoh NU, pondok pesantren Jenes, Pondok Pesantren Jarakan dan dilanjutkan makam Mu’assis NU di Duri Sawoo.

“Disitu ada tokoh-tokoh NU era orde lama dan orde baru. Mulai Mbah Syamsudin, pendahulunya Gus Ayyub (Wakil Syuriah NU Ponorogo),” ucapnya.

Gus Syamsul menambahkan dalam kegiatan tersebut tetap mengutamakan protokol kesehatan. Sebab di Ponorogo masih dalam situasi pandemi Covid-19. Selain itu juga masih dalam penerapan PPKM skala mikro. “Kita batasi yang ikut hanya 20 orang saja. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar