Politik Pemerintahan

Hari Kerja Tiket Masuk Ranu Pani Lumajang Rp 19 Ribu

Lumajang (beritajatim.com) – Pemberlakukan tiket di pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan ireng-ireng Desa Burno Kecamatan Senduro dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, untuk berwisata ke Ranu Pani dikenai biaya Rp 19 ribu.

Pihak pengelola TNBTS memberlakukan tiket sesuai dengan PP No 12 tahun 2014 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kami berlakukan tiket masuk ke Ranu Pani kawasan TNBTS bagi wisatawan,” kata Puji Adi, Kepala Teknis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada wartawan di lobi Pemkab Lumajang, Jum’at (3/1/2020).

Menurut dia, tiket masuk ke kawasan TNBTS dikenakan bagi pengunjung berwisata ke Ranu Pani, Semeru dan Bromo sekitarnya. Namun, bagi warga setempat atau orang ingin menemui saudaranya ke Ranu Pani tidak dikenakan.

“Kami terapkan bagi wisatawan,” paparnya.

Tiket masuk Kawasan TNBTS sudah berlaku sejak 1 Juni 2019. Bagi wisatawan ke Bromo akan dikenai biaya Rp 29 ribu dan wisatawan Mancanegara Rp 220.000 dihari biasa. Untuk hari libur Rp 34 ribu bagi wisatawan nusantara dan mancanegara dikenai Rp 320.000.

Sedangkan bagi wisatawan ke Semeru dan sekitarnya, untuk hari kerja bagi pengunjung nusantara dikenail Rp 19 ribu dan Mancanegara Rp 210.000. Dihari libur, wisawatan nusantara Rp 24.000 dan Mancanegara Rp 310.000.

“Jadi bagi wisatawan lokal yang masuk lewat Ranu Pani Lumajang dikenai sembilan belas ribu,” terangnya.

Bagi warga setempat Ranu Pani dan sekitarnya tidak dikenai biaya asal punya kerabat atau bertani. Sedangkan bagi yang melintas dari Lumajang menuju Malang melalui Ranu Pani akan diberikan kartu khusus.

“Kartu melintas ini, bila dari Ranu Pani akan diserahkan ke Pintu Keluar di Malang di Coban Trisula.” jelasnya.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengaku akan melakukan kajian terkait pemberlakukan tiket berwisata ke desa Ranu Pani oleh TNBTS. Pasalnya, bisa berdampak terhadap pembanguan pariwisata di kaki Gunung Semeru.

“Kita kaji dulu,” paparnya.(har/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar